وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Dan pada sebagian malam, berjagalah dengannya sebagai tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَwa-mina l-layli fa-tahajjad bihi naafilatan lakadan pada sebagian malam, berjagalah dengannya sebagai tambahan bagimu
- عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا'asaa an yab'atsaka rabbuka maqaaman mahmuudanmudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- اللَّيْلِl-laylimalam
- فَتَهَجَّدْfa-tahajjadmaka salat tahajudlah
- بِهِbihidengannya
- نَافِلَةًnaafilatantambahan
- لَكَlakabagimu
- عَسَىٰ'asaaboleh jadi
- أَنْanbahwa
- يَبْعَثَكَyab'atsakamembangkitkanmu
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- مَقَامًاmaqaamankedudukan
- مَحْمُودًاmahmuudanterpuji
Inti bacaan
Salat tahajud (di sebagian malam) disebut sebagai ibadah 'tambahan', dikaitkan dengan harapan mencapai 'tempat yang terpuji', praktik ekstra di luar kewajiban pokok yang membawa nilai tambah signifikan, bukan sekadar opsional tanpa makna.
Penjelasan pilihan kata
'Berjagalah' (tahajjad): akar berbeda (hjd, 'berjaga/tidak tidur di malam hari') dari 'salat' (salaah) di 17:78; teks ayat ini sendiri tidak memakai kata 'salat', melainkan 'berjaga', meski pemahaman tradisional mengaitkannya dengan ibadah malam, dipertahankan literal, penafsiran itu dicatat sebagai lapisan tambahan, bukan disisipkan ke terjemahan. 'Sebagai tambahan' (naafilatan): menandai bahwa amalan ini melampaui kewajiban dasar yang sudah disebut di 17:78. 'Tempat yang terpuji' (maqaaman mahmuudan): akar yang sama dengan 'memuji-Nya' (17:52), dipertahankan terbuka maknanya tanpa menyisipkan penafsiran spesifik (seperti syafaat) yang tidak disebut eksplisit dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan anjuran berjaga di malam hari sebagai amalan tambahan melampaui kewajiban dasar, secara tradisional dipahami sebagai ibadah malam (tahajud), dengan janji kedudukan terpuji, sebuah janji yang teksnya sendiri tidak merinci wujud pastinya, dibiarkan terbuka sebagai harapan besar yang layak diperjuangkan.
Renungan dan Hikmah
- 'Tempat yang terpuji' dibiarkan tidak dirinci maknanya dalam ayat ini sendiri, pemahaman tradisional yang mengaitkannya dengan kedudukan istimewa tertentu di akhirat adalah penafsiran yang masuk akal, namun tetap perlu diakui sebagai lapisan tambahan, bukan sesuatu yang secara eksplisit dinyatakan oleh teks.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
maqaaman mahmuudaa diterjemahkan 'tempat yang terpuji' (keluarga pasif; terjemahan lain); asaa an yab'athaKA rabbuKA 2MS diterjemahkan '-mu' SAH. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).