وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

Dan katakanlah, “Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, dan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu wewenang yang menolong.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍwa-qul rabbi adkhilnii mudkhala shidqindan katakanlah, Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar
  2. وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍwa-akhrijnii mukhraja shidqindan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar
  3. وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًاwa-j'al lii min ladunka sulthaanan nashiirandan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu wewenang yang menolong

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَقُلْwa-quldan katakanlah
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. أَدْخِلْنِيadkhilniimasukkanlah aku
  4. مُدْخَلَmudkhalatempat masuk
  5. صِدْقٍshidqinkebenaran
  6. وَأَخْرِجْنِيwa-akhrijniidan keluarkanlah aku
  7. مُخْرَجَmukhrajadikeluarkan
  8. صِدْقٍshidqinkebenaran
  9. وَاجْعَلْwa-j'aldan jadikanlah
  10. لِيliibagiku
  11. مِنْmindari
  12. لَدُنْكَladunkasisi-Mu
  13. سُلْطَانًاsulthaanankekuasaan
  14. نَصِيرًاnashiiranpenolong

Inti bacaan

Doa yang diajarkan eksplisit: 'masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar', permohonan integritas konsisten dalam setiap transisi hidup, bukan hanya pada momen-momen besar tertentu. Konkretnya: memohon agar setiap transisi dalam hidup (memasuki tahap baru, meninggalkan situasi lama) dilakukan dengan cara yang jujur dan benar adalah doa praktis yang relevan diterapkan pada perubahan karier, hubungan, atau fase hidup apa pun.

Penjelasan pilihan kata

'Wewenang' (sultaanan): akar yang sama dengan facet 'wewenang' di 17:33 (pemberian positif), berbeda dari facet 'keterangan' di 17:65 (susunan negasi), di sini Allah diminta memberikan kekuatan/otoritas yang menolong, sebuah permohonan langsung, bukan negasi.

Tafsiran

Ayat ini memberi doa konkret bagi penerima wahyu: permohonan agar setiap langkah (masuk dan keluar dari suatu keadaan atau tempat) dilandasi kebenaran, disertai permohonan kekuatan dari Allah sendiri sebagai penolong.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diminta bukan agar dimasukkan atau dikeluarkan, melainkan agar caranya benar. Masuk dan keluar tetap terjadi; yang dimohonkan mutu langkahnya. Allah mengajarkan doa yang tidak menawar keadaan, melainkan menawar cara seseorang melewatinya.
  • Keduanya disebut, bukan salah satu. Orang biasanya memohon dimudahkan saat memulai sesuatu, dan lupa bahwa mengakhiri juga punya cara yang benar dan cara yang tidak. Sebagian orang masuk dengan baik ke banyak tempat dan meninggalkan semuanya dengan buruk.
  • Kekuatan yang dimohonkan diberi keterangan asalnya: 'dari sisi-Mu'. Bukan sekadar kekuatan, melainkan yang datang dari Allah. Wewenang yang diperoleh dari tempat lain selalu punya pemilik lain yang kelak menagihnya, dan doa ini menutup kemungkinan itu di kalimat permohonannya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, d-kh-l, s-d-q, kh-r-j, j-'-l, l-d-n, s-l-t, n-s-r): mudkhala sidq / mukhraja sidq diterjemahkan 'cara masuk yang benar / cara keluar yang benar' (akar s-d-q); sultaanan nasiiran diterjemahkan 'sultaan (kekuatan/otoritas) yang menolong', akar s-l-t (putaran 82; di sini otoritas pemberian Allah). gloss '(Nabi Muhammad)/(ke tempat dan keadaan apa saja)' + footnote dibuang.