وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

Dan apabila Kami memberi nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri, dan apabila keburukan menimpanya, ia berputus asa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِwa-idzaa an'amnaa alaa l-insaani a'rada wa-na'aa bi-jaanibihidan apabila Kami memberi nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri
  2. وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًاwa-idzaa massahu sh-sharru kaana ya'uusandan apabila keburukan menimpanya, ia berputus asa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-'-m, a-n-s, '-r-d, n-a-y, j-n-b, m-s-s, sh-r-r, k-w-n, y-a-s): an'amnaa diterjemahkan 'memberi nikmat' (akar n-'-m); a'rada diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d); na'aa bi-jaanibih diterjemahkan 'menjauhkan diri' (akar n-'-y + akar j-n-b); massahu diterjemahkan 'menimpanya' (akar m-s-s putaran MSS); ya'uus diterjemahkan 'berputus asa' (akar y-'-s). gloss '(dari Allah dengan sombong)' dibuang.

Aplikasi

Pola psikologis yang jujur diakui: kenikmatan memicu 'berpaling dan menjauhkan diri', sementara keburukan memicu 'berputus asa', dua respons ekstrem yang sama-sama tidak sehat, mengundang refleksi mencari respons yang lebih seimbang di kedua kondisi. Konkretnya: melatih respons yang lebih seimbang terhadap kenikmatan (tetap terhubung dan bersyukur, bukan lupa diri) dan kesulitan (tetap berharap, bukan putus asa) adalah kematangan emosional yang perlu dipraktikkan secara sadar.