قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah, “Sungguh jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan bacaan ini, mereka tidak akan mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِqul la'ini jtama'ati l-insu wa-l-jinnu 'alaa an ya'tuu bi-mitsli haadzaa l-qur'aanikatakanlah, sungguh jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan bacaan ini
  2. لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًاlaa ya'tuuna bi-mitslihi wa-law kaana ba'dhuhum li-ba'dhin zhahiiranmereka tidak akan mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لَئِنِla-inisungguh jika
  3. اجْتَمَعَتِjtama'atiberkumpul
  4. الْإِنْسُl-insumanusia
  5. وَالْجِنُّwa-l-jinnudan jin
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. أَنْanuntuk
  8. يَأْتُواya'tuumereka mendatangkan
  9. بِمِثْلِbi-mitslidengan yang seperti
  10. هَٰذَاhaadzaaini
  11. الْقُرْآنِl-qur'aaniAl-Qur'an
  12. لَاlaatidak
  13. يَأْتُونَya'tuunamereka datang
  14. بِمِثْلِهِbi-mitslihidengan yang serupa dengannya
  15. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  16. كَانَkaanaadalah
  17. بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
  18. لِبَعْضٍli-ba'dhinbagi sebagian
  19. ظَهِيرًاzhahiiranpenolong

Inti bacaan

Tantangan terbuka: bahkan jika manusia dan jin berkumpul bersama untuk saling membantu, mereka tetap 'tidak akan mendatangkan yang serupa', klaim keunikan yang mengundang pengujian terbuka, bukan pernyataan yang menghindari verifikasi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbentuk tantangan, dan yang menarik justru cara tantangan itu melonggarkan syaratnya sendiri.

Skala yang dibayangkan dibuat seluas mungkin: bukan seseorang, bukan sekelompok orang, melainkan “manusia dan jin” yang berkumpul. Lalu ditambahkan satu lapis lagi, yaitu sekalipun sebagian mereka menjadi “penolong” (ظَهِيرًا, zhahiiran) bagi sebagian yang lain. Kata itu muncul empat kali di dalam Al-Qur'an (17:88, 25:55, 28:17, 28:86), dan di sini ia menutup satu-satunya alasan yang mungkin tersisa, yaitu kurangnya kerja sama.

Yang diminta pun bukan mengalahkan. Kata yang dipakai “yang serupa dengannya” (بِمِثْلِهِ, bi-mitslihi), yang berarti cukup setara, tidak perlu lebih baik. Rangkaian kata itu muncul dua kali di dalam Al-Qur'an (17:88, 18:109), dan yang satu lagi berada di tempat yang temanya bersambung, yaitu ketika lautan disebut habis sebelum kalimat-kalimat Tuhan habis, sekalipun didatangkan tambahan sebanyak itu lagi (18:109).

Sebuah tantangan yang memperbesar lawan sampai sejauh mungkin sekaligus menurunkan ambangnya serendah mungkin sedang berkata sesuatu tentang keyakinan pihak yang menantang. Kalau syaratnya dipermudah dan lawannya diperbanyak, kegagalan menjawabnya tak bisa lagi dijelaskan dengan alasan keadaan.

Ada satu hal yang layak diperhatikan pada urutan penyebutannya. Yang disebut lebih dahulu manusia, baru jin. Padahal kalau maksudnya menakut-nakuti, urutan sebaliknya lebih kuat. Susunan ini menempatkan tantangannya di wilayah yang bisa diperiksa manusia sendiri, dan penyebutan jin sesudahnya berfungsi menutup kemungkinan terakhir, bukan membuka kemungkinan baru.

Kata kerja yang dipakai untuk perkumpulan itu juga bukan kata untuk sekadar berkumpul di satu tempat. Bentuk yang dipakai “berkumpul” (اجْتَمَعَتِ, ijtama'ati) menyatakan pengumpulan diri untuk satu maksud bersama. Yang dibayangkan bukan kerumunan, melainkan usaha yang terkoordinasi. Dan bahkan itu pun masih ditambah satu lapis lagi dengan penyebutan saling menolong.

Yang paling menentukan justru bentuk pengandaiannya. Kalimatnya tidak berbunyi mereka belum pernah berhasil, dan tidak pula mereka tidak akan berhasil sekarang. Yang dipakai bentuk penyangkalan untuk masa depan yang tak berbatas waktu. Sebuah pernyataan yang menutup seluruh masa yang akan datang tidak bisa dibuktikan benarnya oleh siapa pun, tetapi bisa dibuktikan salahnya kapan saja, oleh siapa saja, dengan satu contoh tandingan. Kesediaan berdiri di posisi seperti itu adalah bagian dari isi pernyataannya.

Tantangan ini pun dibiarkan terbuka tanpa batas waktu dan tanpa syarat pendaftaran. Tidak ada penentuan tempat, tidak ada penunjukan juri, dan tidak ada pembatasan zaman.

Tafsiran

Ayat ini menyajikan tantangan terbuka dengan skala paling ekstrem, bukan hanya manusia, melainkan seluruh manusia dan jin bersama-sama, bahkan dengan saling membantu, tetap tidak akan mampu menghasilkan yang setara, sebuah klaim keunikan yang sangat kuat. Yang membuatnya lebih kuat lagi justru arah kedua gerakan di dalamnya, yang berlawanan.

Gerakan pertama memperbesar lawan sampai batas yang tak bisa diperbesar lagi. Gerakan kedua memperkecil syarat sampai batas yang tak bisa diperkecil lagi, sebab yang diminta bukan mengalahkan melainkan menyamai. Sebuah tantangan biasanya bekerja dengan salah satu dari dua cara itu, tidak dengan keduanya sekaligus. Melakukan keduanya berarti membuang seluruh alasan yang bisa dipakai untuk menjelaskan kegagalan menjawabnya.

Ada satu hal yang layak direnungkan pada bentuk pernyataannya. Ia menyangkut masa depan yang tak berbatas, dan pernyataan semacam itu tidak pernah bisa dibuktikan benar. Yang bisa hanyalah dibuktikan salah, dan pembuktian itu terbuka bagi siapa pun, kapan pun, tanpa izin dan tanpa syarat. Bentuk pernyataan seperti ini jarang dipilih oleh pihak yang khawatir diuji.

Perbandingan dengan 18:109 menambah satu lapis lagi. Di sana rangkaian kata yang sama dipakai untuk lautan yang habis sebelum kalimat-kalimat Tuhan habis, sekalipun didatangkan tambahan sebanyak itu lagi. Dua tempat memakai susunan yang sama untuk dua hal yang berbeda, yaitu menyamai dan mencukupi, dan keduanya berakhir pada kesimpulan yang sama: yang ditambahkan tidak mengubah perbandingannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menantang manusia dan jin bersama-sama. Bukan salah satu. Tantangan yang menggabungkan semua pihak sejak awal tidak menyisakan alasan kekurangan tenaga. Rangkaian itu (الْإِنْسُ وَالْجِنُّ) muncul di dua ayat, di sini dan di 72:5. Yang ditantang bukan satu golongan melainkan dua jenis makhluk sekaligus, dan penyebutan berpasangan itu menghapus kemungkinan berkata bahwa yang satu tidak diperhitungkan. Tantangan yang lawannya diperbesar sampai batas terjauh menyatakan sesuatu tentang seberapa yakin yang menantang.
  • Ditambahkan lagi: sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Kerja samanya pun dibayangkan. Semua kemungkinan bantuan disebutkan lebih dahulu, lalu hasilnya tetap sama. Tambahan itu menutup satu jalan keluar yang paling wajar, yaitu bahwa kegagalan disebabkan tidak adanya kerja sama. Dengan tambahan tersebut, kerja sama pun sudah dihitung ke dalam pengandaiannya. Yang tersisa sebagai penjelasan bagi kegagalannya cuma satu, dan itu bukan soal jumlah maupun kesepakatan.
  • Yang Allah minta bukan mengalahkan, melainkan mendatangkan yang serupa. Ambangnya rendah. Tantangan yang menurunkan sendiri syaratnya sedang menunjuk sesuatu selain perlombaan. Yang diminta bukan mengalahkan dan bukan melampaui, melainkan mendatangkan yang serupa. Ukuran itu jauh lebih ringan daripada mengalahkan, dan keringanannya disengaja. Sebuah tantangan yang menuntut kemenangan bisa ditolak dengan alasan ukurannya tidak jelas; tantangan yang menuntut kesamaan menyerahkan penilaiannya kepada siapa pun yang sanggup membandingkan.
  • Allah memperbesar lawannya sampai mencakup manusia dan jin sekaligus, lalu menurunkan syaratnya hanya sampai mendatangkan yang serupa. Kalau sebuah tantangan berani dipermudah sejauh itu, apa yang sedang dinyatakannya tentang apa yang ditantangkan? Ada pola yang berulang di ketiga tantangan yang tersebar di mushaf ini, yaitu di 10:38, 11:13, dan di sini. Di setiap tempat lawannya diperbesar atau syaratnya diperingan, dan tak sekali pun tantangannya ditarik. Pola itu sendiri adalah bagian dari pernyataannya, sebab yang ragu biasanya mengurangi taruhan, bukan menambahnya.
  • Berbeda dari 10:38 dan 11:13 yang berhenti pada perintah mendatangkan, ayat ini menyebutkan hasilnya sebelum ada yang mencoba: mereka tidak akan mendatangkan yang serupa dengannya. Menyebutkan hasil di depan adalah cara menantang yang paling berisiko. Mengapa risiko sebesar itu diambil? Karena satu keberhasilan saja akan membatalkan seluruhnya, dan pernyataan yang sanggup dibatalkan semudah itu tidak akan diucapkan oleh pihak yang menyimpan keraguan. Bentuk kalimatnya sendiri adalah isi pernyataannya.
  • Kalimat ini menyebut dua tahap kerja sama, yaitu berkumpul lebih dulu, lalu saling menolong. Keduanya berbeda. Berkumpul cuma menyatukan tempat, sedangkan saling menolong menyatukan usaha, dan banyak kumpulan yang tidak pernah sampai ke tahap kedua. Dengan menyebut keduanya, pengandaian di ayat ini mencakup bentuk kerja sama yang paling baik yang bisa dibayangkan siapa pun, dan Allah menutup celah itu sebelum ada yang sempat mengajukannya sebagai alasan.