أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

atau engkau memiliki sebuah rumah dari emas, atau engkau naik ke langit; dan kami tidak akan percaya kenaikanmu itu sampai engkau turunkan kepada kami sebuah kitab yang kami baca.” Katakanlah, “Mahasuci Tuhanku; bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِaw yakuuna laka baytun min zukhrufin aw tarqaa fii s-samaa'iatau engkau memiliki sebuah rumah dari emas, atau engkau naik ke langit
  2. وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُwa-lan nu'mina li-ruqiyyika hattaa tunazzila 'alaynaa kitaaban naqra'uhudan kami tidak akan percaya kenaikanmu itu sampai engkau turunkan kepada kami sebuah kitab yang kami baca
  3. قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًاqul subhaana rabbii hal kuntu illaa basyaran rasuulankatakanlah, Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. أَوْawatau
  2. يَكُونَyakuunaada
  3. لَكَlakabagimu
  4. بَيْتٌbaytunrumah
  5. مِنْmindari
  6. زُخْرُفٍzukhrufinemas
  7. أَوْawatau
  8. تَرْقَىٰtarqaaengkau naik
  9. فِيfiike
  10. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  11. وَلَنْwa-landan tidak akan
  12. نُؤْمِنَnu'minakami beriman
  13. لِرُقِيِّكَli-ruqiyyikaterhadap naikmu
  14. حَتَّىٰhattaasampai
  15. تُنَزِّلَtunazzilaengkau menurunkan
  16. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  17. كِتَابًاkitaabankitab
  18. نَقْرَؤُهُnaqra'uhukami membacanya
  19. قُلْqulkatakanlah
  20. سُبْحَانَsubhaanaMahasuci
  21. رَبِّيrabbiiTuhanku
  22. هَلْhalapakah
  23. كُنْتُkuntuaku adalah
  24. إِلَّاillaakecuali
  25. بَشَرًاbasyaranmanusia
  26. رَسُولًاrasuulanseorang rasul

Inti bacaan

Respons rendah hati di tengah tuntutan yang tidak masuk akal: 'Mahasuci Tuhanku; bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?', pengakuan jujur tentang keterbatasan peran sendiri, tanpa perlu membuktikan diri lewat mukjizat spektakuler yang dituntut secara sewenang-wenang. Konkretnya: menolak godaan membuktikan diri lewat pencapaian spektakuler yang dituntut orang lain secara sewenang-wenang, dan tetap jujur pada peran serta keterbatasan diri sendiri, adalah integritas yang lebih berharga daripada validasi eksternal.

Penjelasan pilihan kata

'Mahasuci' (subhaana): idiom baku satu kata, konsisten dengan seluruh terjemahan ini. 'Manusia yang menjadi rasul' (basharan rasuulan), jawaban penutup yang menegaskan batas peran: bukan makhluk dengan kekuatan tak terbatas, melainkan manusia biasa yang diberi tugas menyampaikan wahyu.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar tuntutan eskalatif (17:90-93) dengan jawaban singkat yang mengembalikan semuanya ke inti persoalan: penerima wahyu tidak pernah mengklaim kekuatan adikodrati apa pun, ia hanyalah manusia yang mengemban tugas kerasulan, bukan pemilik kendali atas fenomena kosmis.

Renungan dan Hikmah

  • Jawaban 'bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul' menyingkap kekeliruan mendasar dalam seluruh rangkaian tuntutan 17:90-93, tuntutan itu salah alamat sejak awal, sebab rasul tidak pernah mengklaim kekuasaan mengendalikan alam; kesalahpahaman tentang peran rasul inilah yang membuat tuntutan-tuntutan itu tidak relevan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, b-y-t, z-kh-r-f, r-q-y, s-m-w, a-m-n, n-z-l, k-t-b, q-r-a, q-w-l, s-b-h, r-b-b, b-sh-r, r-s-l): zukhruf diterjemahkan 'emas (hiasan)'; tarqaa/ruqiyy diterjemahkan 'naik/kenaikan' (akar r-q-y); basharan rasuulan diterjemahkan 'manusia yang menjadi rasul' (akar b-sh-r + akar r-s-l). gloss '(terbuat)/(Nabi Muhammad)' dibuang.