وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا

Dan siapa yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk, dan siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan wali-wali bagi mereka selain Dia. Dan Kami kumpulkan mereka pada hari kebangkitan di atas wajah mereka, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli; tempat mereka Jahanam; setiap kali padam, Kami tambah nyala baginya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِwa-man yahdi llaahu fa-huwa l-muhtadidan siapa yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk
  2. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِwa-man yudlil fa-lan tajida lahum awliyaa'a min duunihidan siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan wali-wali bagi mereka selain Dia
  3. وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّاwa-nahshuruhum yawma l-qiyaamati alaa wujuuhihim umyan wa-bukman wa-summandan Kami kumpulkan mereka pada hari kebangkitan di atas wajah mereka, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli
  4. مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًاma'waahum jahannamu kullamaa khabat zidnaahum sa'iirantempat mereka Jahanam; setiap kali padam, Kami tambah nyala baginya
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar h-d-y, a-l-h, d-l-l, w-j-d, w-l-y, d-w-n, h-sh-r, y-w-m, q-w-m, w-j-h, '-m-y, b-k-m, s-m-m, a-w-y, k-l-l, kh-b-w, z-y-d, s-'-r): yahdi/yudlil diterjemahkan 'memberi petunjuk/menyesatkan' (akar h-d-y HDY, akar d-l-l putaran 78); awliyaa' diterjemahkan 'wali-wali (penolong)' (akar w-l-y WLY); wujuuh diterjemahkan 'wajah' (akar w-j-h WJH); khabat diterjemahkan 'padam' (akar kh-b-w); sa'iir diterjemahkan 'nyala api' (akar s-'-r). gloss '(karena kecenderungan dan pilihannya…)' + footnote dibuang.

Aplikasi

Gambaran konsekuensi akhir yang mengerikan (dikumpulkan buta, bisu, tuli) dijelaskan sebagai hasil dari kondisi yang sudah dipilih sendiri di dunia, kondisi akhirat mencerminkan pola yang sudah dibangun sebelumnya, bukan hukuman sewenang-wenang.