ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
Itulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kufur kepada tanda-tanda Kami dan karena mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِآيَاتِنَاdzaalika jazaa'uhum bi-annahum kafaruu bi-aayaatinaaitulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kufur kepada tanda-tanda Kami
- وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًاwa-qaaluu a-idzaa kunnaa 'izhaaman wa-rufaatandan karena mereka berkata, apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur
- أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًاa-innaa la-mab'uutsuuna khalqan jadiidanapakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru
Terjemahan per kata (14 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- جَزَاؤُهُمْjazaa'uhumbalasan mereka
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- كَفَرُواkafaruukufur
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- كُنَّاkunnaakami adalah
- عِظَامًا'izhaamantulang-belulang
- وَرُفَاتًاwa-rufaatandan hancur
- أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَمَبْعُوثُونَla-mab'uutsuunabenar-benar akan dibangkitkan
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- جَدِيدًاjadiidanyang baru
Inti bacaan
Balasan tersebut secara eksplisit dikaitkan dengan sikap menolak tanda-tanda dan keraguan terhadap kebangkitan, dua bentuk penolakan (terhadap bukti yang ada dan terhadap kemungkinan masa depan) berpadu menghasilkan konsekuensi yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini mengulang persis keraguan yang sudah disebut di 17:49, kini menjadi salah satu alasan eksplisit balasan yang digambarkan di ayat sebelumnya: sebuah penutup yang menyambungkan kembali ke argumen kebangkitan yang sudah dijawab jauh sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup gugusan tentang konsekuensi kesesatan dengan merujuk kembali ke keraguan spesifik tentang kebangkitan (17:49): keraguan yang sudah dijawab tuntas, namun tetap dipertahankan sebagai alasan penolakan, menegaskan bahwa masalahnya bukan kekurangan jawaban.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua sebab: kufur terhadap tanda-tanda-Nya, dan kalimat yang mereka ucapkan. Sikap dan ucapan dihitung terpisah. Yang diucapkan bukan sekadar cerminan sikap; ia perbuatan tersendiri.
- Bantahan mereka berdiri di atas satu gambaran: tulang yang sudah hancur. Bagi mereka itu akhir cerita. Yang membatasi bayangan tentang yang mungkin memang sering hanya sejauh apa yang pernah dilihat mata.
- Kata yang Allah rekam dari mulut mereka ciptaan yang baru. Justru istilah itu yang tepat. Bantahan mereka tanpa sengaja merumuskan dengan benar apa yang sedang mereka ingkari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. '