قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا

Katakanlah, “Sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku, niscaya kalian tahan karena takut habis.” Manusia itu memang sangat kikir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّيqul law antum tamlikuuna khazaa'ina rahmati rabbiikatakanlah, sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku
  2. إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِidzan la-amsaktum khasyyata l-infaaqiniscaya kalian tahan karena takut habis
  3. وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًاwa-kaana l-insaanu qatuuranmanusia itu memang sangat kikir

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لَوْlawsekiranya
  3. أَنْتُمْantumkalian
  4. تَمْلِكُونَtamlikuunakalian memiliki
  5. خَزَائِنَkhazaa'inaperbendaharaan
  6. رَحْمَةِrahmatirahmat
  7. رَبِّيrabbiiTuhanku
  8. إِذًاidzanjika demikian
  9. لَأَمْسَكْتُمْla-amsaktumsungguh kalian akan menahan
  10. خَشْيَةَkhasyyatakarena takut
  11. الْإِنْفَاقِl-infaaqimembelanjakan
  12. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  13. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  14. قَتُورًاqatuuranyang kikir

Inti bacaan

Pengamatan tajam tentang sifat manusia: 'sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku, niscaya kalian tahan karena takut habis. manusia itu memang sangat kikir', kekikiran manusiawi diakui terus terang sebagai kecenderungan nyata, mengundang kesadaran diri dan usaha aktif melawannya. Konkretnya: mengenali kecenderungan alami untuk menahan/kikir bahkan terhadap sumber daya yang sesungguhnya berlimpah adalah langkah pertama melawan sifat itu secara sadar, kesadaran akan bias ini membantu melatih kemurahan hati yang lebih genuine.

Penjelasan pilihan kata

'Sangat kikir' (qatuuran): bentuk intensif yang menutup gugusan panjang tentang penolakan manusia (17:73-100) dengan penilaian tajam tentang watak dasar manusia bila diberi kendali penuh atas kemurahan, sebuah kontras dengan kemurahan Allah sendiri yang tidak pernah terbatas (band. 17:20, 17:100 tidak terhalang).

Tafsiran

Ayat penutup rangkaian panjang ini memberi penilaian tajam tentang watak manusia: seandainya manusia sendiri yang mengendalikan sumber rahmat, kekikiran akan segera muncul karena takut kehabisan, sebuah kontras yang menegaskan mengapa kemurahan sesungguhnya lebih aman berada di tangan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Skenario hipotetis ini menyingkap kecenderungan mendasar manusia terhadap rasa takut kekurangan yang berujung kekikiran, sebuah pengingat untuk waspada terhadap dorongan menahan kebaikan karena kekhawatiran akan kehabisan, alih-alih mempercayai bahwa kemurahan sejati tidak berkurang karena dibagikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Sekiranya kamu” diterjemahkan “Sekiranya kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “habis.”” diterjemahkan “habis.