قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا
Ia menjawab, “Sungguh, engkau benar-benar telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan tanda-tanda itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Dan sesungguhnya aku benar-benar menyangkamu, wahai Firaun, terlaknat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَqaala la-qad 'alimta maa anzala haa'ulaa'i illaa rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi bashaa'iraia menjawab, sungguh engkau benar-benar telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan tanda-tanda itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata
- وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًاwa-innii la-azhunnuka yaa fir'awnu matsbuurandan sesungguhnya aku benar-benar menyangkamu, wahai Firaun, terlaknat
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالَqaalaberkata
- لَقَدْla-qadsungguh
- عَلِمْتَ'alimtaengkau mengetahui
- مَاmaatidaklah
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- إِلَّاillaakecuali
- رَبُّrabbuTuhan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- بَصَائِرَbashaa'irabukti-bukti
- وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya aku
- لَأَظُنُّكَla-azhunnukasungguh aku mengiramu
- يَاyaawahai
- فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
- مَثْبُورًاmatsbuuranyang binasa
Inti bacaan
Musa membalas dengan pengamatan tajam: 'engkau benar-benar telah mengetahui', menyingkap bahwa penolakan Fir'aun bukan karena kurangnya bukti, melainkan penolakan yang disengaja meski tahu kebenarannya. Konkretnya: mengenali perbedaan antara ketidaktahuan genuine dan penolakan yang disengaja meski sebenarnya sudah memahami kebenaran adalah kejelian yang berguna saat menghadapi orang yang keras kepala terhadap fakta yang jelas.
Penjelasan pilihan kata
'Bukti-bukti yang nyata' (basaa'ir): kata berbeda dari 'tanda' (aayaat) di ayat sebelumnya, merujuk pada tanda-tanda yang sama namun menekankan fungsinya sebagai sumber wawasan/penglihatan batin, dijaga terpisah sesuai akarnya sendiri.
Tafsiran
Jawaban Musa membalikkan tuduhan Firaun secara langsung, bukan Musa yang terkena sihir, melainkan Firaun sendiri yang sesungguhnya tahu kebenaran namun menolaknya, sebuah pembalikan yang menegaskan bahwa penolakan Firaun bukan karena ketidaktahuan.
Renungan dan Hikmah
- Musa tidak berdebat tentang bukti; ia menyebut bahwa lawannya sudah tahu. Yang dipersoalkan bukan cukup atau tidaknya tanda dari Allah, melainkan apa yang dikerjakan orang dengan tanda yang sudah ia yakini. Menambah bukti kepada orang semacam itu tidak menyentuh perkaranya sama sekali.
- Tanda-tanda itu disebut dengan kata yang menandai sesuatu yang membuka penglihatan batin. Bukan sekadar isyarat yang perlu ditafsirkan. Yang diturunkan Allah bukan teka-teki yang menuntut kepandaian, melainkan sesuatu yang bekerja pada orang yang bersedia melihat.
- Tuduhan bahwa Musa tersihir dibalikkan menjadi sangkaan bahwa penuduhnya yang binasa. Musa tidak membela dirinya; ia memindahkan pertanyaannya. Tuduhan yang dijawab dengan pembelaan menempatkan yang dituduh sebagai terdakwa, dan ia menolak menempati kursi itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).