قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا
Katakanlah, “Berimanlah kepadanya atau jangan beriman. Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah dengan bersujud.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُواqul aaminuu bihi aw laa tu'minuukatakanlah, berimanlah kepadanya atau jangan beriman
- إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْinna lladziina uutuu l-'ilma min qablihi idzaa yutlaa 'alayhimsesungguhnya orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila dibacakan kepada mereka
- يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًاyakhirruuna li-l-adzqaani sujjadanmereka menyungkurkan wajah dengan bersujud
Terjemahan per kata (18 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- آمِنُواaaminuuberimanlah kalian
- بِهِbihipadanya
- أَوْawatau
- لَاlaajanganlah
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutuudiberi
- الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
- مِنْmindari
- قَبْلِهِqablihisebelumnya
- إِذَاidzaaapabila
- يُتْلَىٰyutlaadibacakan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- يَخِرُّونَyakhirruunamereka tersungkur
- لِلْأَذْقَانِli-l-adzqaanipada dagu
- سُجَّدًاsujjadansambil bersujud
Inti bacaan
Respons tegas terhadap sikap acuh tak acuh: 'berimanlah atau tidak usah, itu sama saja bagi Allah', otoritas kebenaran tidak bergantung pada validasi orang yang menolaknya, kontras dengan mereka yang memiliki pengetahuan sebelumnya justru merespons dengan sujud penuh penghormatan.
Penjelasan pilihan kata
'Bersujud' (sujjadan): akar سجد dipertahankan konsisten tanpa pengecualian di seluruh terjemahan ini. 'Berimanlah...atau jangan beriman': pernyataan yang menegaskan bahwa kebenaran wahyu tidak bergantung pada pengakuan siapa pun, respons orang yang sudah berilmu sebelumnya (disebut setelahnya) hanyalah bukti tambahan, bukan syarat kebenaran itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan independensi kebenaran wahyu dari pengakuan manusia, lalu memberi contoh respons yang tepat: mereka yang sudah memiliki pengetahuan sebelumnya justru merespons dengan sujud, sebuah pengakuan tulus yang kontras dengan penolakan yang sudah dibahas panjang lebar sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat yang diperintahkan Allah untuk diucapkan terdengar seperti melepaskan: 'berimanlah kepadanya atau jangan beriman'. Kebenarannya tidak menunggu persetujuan siapa pun. Sesuatu yang bergantung pada penerimaan orang untuk menjadi benar sudah bukan kebenaran, melainkan kesepakatan.
- Yang digambarkan Allah menyungkur sujud bukan orang yang baru mengenal, melainkan 'orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya'. Pengetahuan yang cukup dalam tidak berujung pada merasa cukup, melainkan pada merunduk. Yang bertambah dari mengetahui ternyata bukan kepastian tentang diri sendiri.
- Tanggapan mereka tidak digambarkan sebagai persetujuan atau pernyataan, melainkan sebagai gerak badan: wajah yang menyungkur. Yang paling jujur dari sebuah tanggapan memang sering bukan yang diucapkan, melainkan apa yang terjadi pada tubuh orang itu sebelum ia sempat menyusun kalimat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.