وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkurkan wajah seraya menangis, dan ia menambah kekhusyukan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَwa-yakhirruuna li-l-adzqaani yabkuunadan mereka menyungkurkan wajah seraya menangis
  2. وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًاwa-yaziiduhum khusyuu'andan ia menambah kekhusyukan mereka

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَيَخِرُّونَwa-yakhirruunadan mereka tersungkur
  2. لِلْأَذْقَانِli-l-adzqaanipada dagu
  3. يَبْكُونَyabkuunamereka menangis
  4. وَيَزِيدُهُمْwa-yaziiduhumdan menambah mereka
  5. خُشُوعًاkhusyuu'ankhusyuk

Inti bacaan

Deskripsi emosional yang tulus: menangis sambil menyungkur, dan hal itu 'menambah kekhusyukan mereka', respons emosional yang genuine terhadap kebenaran justru memperdalam, bukan mengurangi, kualitas spiritual seseorang.

Penjelasan pilihan kata

'Kekhusyukan' (khushuu'an): kata yang menandai kerendahan hati yang mendalam, ditegaskan justru bertambah, bukan berkurang, oleh pengalaman mendengarkan wahyu berulang kali.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi gambaran respons tulus dengan detail emosional: tangisan yang menyertai sujud, dan kekhusyukan yang justru terus bertambah, sebuah kontras total dengan sikap menjauh dan menolak yang dibahas sepanjang surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kekhusyukan mereka bertambah, bukan mereda. Sesudah mendengar berulang kali. Yang biasanya membuat orang terbiasa justru membuat mereka makin tunduk.
  • Yang digambarkan menyungkurkan wajah sambil menangis. Dua-duanya bersamaan. Tubuh dan air mata disebut bersama, bukan salah satunya.
  • Allah menaruh gambaran ini berhadapan dengan sikap menjauh sepanjang surah. Sebagai lawannya. Yang satu berpaling, yang lain jatuh ke tanah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-r-r, dz-q-n, b-k-y, z-y-d, kh-sh-'): yakhirruuna lil-adhqaan diterjemahkan 'menyungkur (dengan dagu)' (akar kh-r-r + akar dz-q-n); yabkuun diterjemahkan 'menangis' (akar b-k-y); khushuu' diterjemahkan 'kekhusyukan' (akar kh-sh-'). Selaras.