قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Katakanlah, “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Nama mana saja yang kalian seru, maka milik-Nya nama-nama yang terindah.” Dan janganlah engkau mengeraskan salatmu dan janganlah pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara keduanya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَquli d'uu llaaha awi d'uu r-rahmaanakatakanlah, serulah Allah atau serulah Ar-Rahman
  2. أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰayyan maa tad'uu fa-lahu l-asmaa'u l-husnaanama mana saja yang kalian seru, maka milik-Nya nama-nama yang terindah
  3. وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَاwa-laa tajhar bi-salaatika wa-laa tukhaafit bihaadan janganlah engkau mengeraskan salatmu dan janganlah pula merendahkannya
  4. وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًاwa-btaghi bayna dzaalika sabiilandan carilah jalan tengah di antara keduanya
Catatan pilihan kata (ringkas)

AYAT INI MEMUTUS PERKARA Ar-Rahmaan, dan ia bukan inferensi kita, melainkan TEKS YANG MENYEBUT KATEGORINYA SENDIRI: (1) al-Rahmaan disandingkan SEJAJAR dgn Allaah sbg yang DISERU (da'aa); (2) 'ayyan maa tad'uu' = 'yang MANA SAJA kalian seru' diterjemahkan keduanya diperlakukan sbg DUA NAMA, SATU rujukan; (3) penutupnya menyebut keduanya 'al-asmaa' al-husnaa' = NAMA-NAMA. DAN KEMENAG MEMBANTAH DIRINYA SENDIRI DI SINI: ia menulis rahmaan diterjemahkan 'Yang Maha Pengasih' 53×, TAPI di ayat ini ia MENTRANSLITERASI 'Ar-Rahmaan', lengkap diakritik h & aa, DAN menyebutnya 'Nama mana saja yang kamu seru'. Sebab "Serulah 'Allah' atau serulah 'Yang Maha Pengasih'" kelihatan absurd. Penerjemahnya TAHU; hanya di ayat ini ia jujur. Bentuk final kita = MOMEN JUJUR KEMENAG SENDIRI, diberlakukan menyeluruh. tambahan dibuang: '(bacaan)' pada salat (mengandaikan salat=recitation), '(maka itu baik)', '(Asmaulhusna)'. POLA IDENTIK di dua akar lain, terjemahan lain jujur HANYA di ayat tempat bacaan institusional mustahil: akar z-k-w diterjemahkan 19:13 ('bersih dari dosa', sebab bayi diberi 'pajak' mustahil); akar s-l-w diterjemahkan 24:41 ('doa', sebab burung ber-ritual mustahil). Rujukan: -7d, //. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Call to God, or call to the Almighty;1 by whichever you call, to Him belong the most beautiful names.” And be thou not loud in thy duty,2 nor quiet therein, but follow thou a path in-between,' Morfologi diverifikasi corpus per-kata: (nama diri); (nomina bertakrif); (= NAMA);. Verba: `ud'uu`/`tad'uu` = 2MP (kpd audiens); `tajhar`, `salaatika`, `tukhaafit`, `ibtaghi` = 2MS (kpd Nabi).

Aplikasi

Klarifikasi penting tentang nama-nama ilahi ('Allah' atau 'Ar-Rahman', keduanya sah karena 'milik-Nya nama-nama yang terindah') dipasangkan dengan instruksi praktis: jangan mengeraskan atau merendahkan salat berlebihan, 'usahakan jalan tengah'. Konkretnya: mencari keseimbangan (bukan ekstrem) dalam praktik ibadah, tidak terlalu mencolok/pamer, tidak pula terlalu tersembunyi sampai kehilangan kekhusyukan, adalah prinsip jalan tengah yang bisa diterapkan lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.