وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengangkat seorang anak, dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak memerlukan penolong dari kehinaan.” Dan agungkanlah Dia setinggi-tingginya.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِwa-quli l-hamdu li-llaahidan katakanlah, segala puji bagi Allah
  2. الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًاalladzii lam yattakhidz waladanyang tidak mengangkat seorang anak
  3. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِwa-lam yakun lahu syariikun fii l-mulkidan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya
  4. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّwa-lam yakun lahu waliyyun mina dz-dzullidan tidak memerlukan penolong dari kehinaan
  5. وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًاwa-kabbirhu takbiirandan agungkanlah Dia setinggi-tingginya

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَقُلِwa-qulidan katakanlah
  2. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  3. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  4. الَّذِيalladziiyang
  5. لَمْlamtidak
  6. يَتَّخِذْyattakhidzmengambil
  7. وَلَدًاwaladananak
  8. وَلَمْwa-lamdan tidak
  9. يَكُنْyakunia menjadi
  10. لَهُlahubaginya
  11. شَرِيكٌsyariikunsekutu
  12. فِيfiidalam
  13. الْمُلْكِl-mulkikerajaan
  14. وَلَمْwa-lamdan tidak
  15. يَكُنْyakunia menjadi
  16. لَهُlahubaginya
  17. وَلِيٌّwaliyyunpelindung
  18. مِنَminadari
  19. الذُّلِّdz-dzullikerendahan
  20. وَكَبِّرْهُwa-kabbirhudan agungkanlah Dia
  21. تَكْبِيرًاtakbiiranpengagungan

Inti bacaan

Penutup surah dengan pujian yang menegaskan kemandirian sempurna Allah: 'tidak mengangkat anak, tidak punya sekutu, tidak memerlukan penolong dari kehinaan', tiga penegasan kemandirian yang menutup argumen-argumen sebelumnya secara ringkas dan padat.

Penjelasan pilihan kata

'Segala puji' (al-hamdu): bentuk istighraaq (mencakup segala jenis pujian), konsisten dengan terjemahan ini di seluruh terjemahan. Tiga penegasan berturut-turut (tidak mengangkat anak, tidak bersekutu, tidak memerlukan penolong) menyimpulkan keesaan Allah dari tiga sudut berbeda: tidak ada keturunan ilahi, tidak ada mitra kekuasaan, dan tidak ada ketergantungan pada pihak lain.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini merangkum inti argumen keesaan yang sudah dibahas panjang lebar sepanjang surah: Allah sepenuhnya berdiri sendiri tanpa keturunan, sekutu, atau kebutuhan akan penolong, sebuah kesimpulan yang layak direspons dengan pujian dan pengagungan setinggi-tingginya.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga penegasan penutup ini (tanpa anak, tanpa sekutu, tanpa kebutuhan penolong) merangkum berbagai argumen keesaan yang tersebar sepanjang surah ini; dari kritik terhadap klaim anak perempuan malaikat (17:40) hingga ketidakberdayaan sembahan-sembahan lain (17:56-57); menyatukannya dalam satu pernyataan penutup yang ringkas dan menyeluruh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).