مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, begitu pula leluhur mereka. Alangkah besarnya perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan kebohongan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْmaa lahum bihi min 'ilmin wa-laa li-aabaa'ihimmereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, begitu pula leluhur mereka
- كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْkaburat kalimatan takhruju min afwaahihimalangkah besarnya perkataan yang keluar dari mulut mereka
- إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًاin yaquuluuna illaa kadzibanmereka hanya mengatakan kebohongan
Terjemahan per kata (16 kata)
- مَاmaatidaklah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- بِهِbihitentangnya
- مِنْmindari
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- لِآبَائِهِمْli-aabaa'ihimkepada bapak-bapak mereka
- كَبُرَتْkaburatbesar
- كَلِمَةًkalimatankalimat
- تَخْرُجُtakhrujukeluar
- مِنْmindari
- أَفْوَاهِهِمْafwaahihimmulut mereka
- إِنْinjika
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- إِلَّاillaakecuali
- كَذِبًاkadzibankebohongan
Inti bacaan
Pengakuan jujur: klaim tersebut tidak memiliki dasar pengetahuan sama sekali, bahkan dari nenek moyang mereka sekalipun, tradisi yang diwariskan turun-temurun tidak otomatis menjadi bukti kebenaran jika tidak berdasar pengetahuan yang valid. Konkretnya: sebuah klaim atau tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun tetap perlu diperiksa dasarnya secara kritis, usia atau popularitas sebuah keyakinan tidak menggantikan kebutuhan akan bukti dan dasar yang valid.
Penjelasan pilihan kata
'Alangkah besarnya' (kaburat): akar berbeda dari 'agung' (azhiim), menandai skala keseriusan/keburukan klaim itu, dipertahankan dalam bentuk seruan yang menegaskan betapa beratnya pernyataan tersebut.
Tafsiran
Ayat ini membantah klaim anak Allah dengan dua argumen: ketiadaan dasar pengetahuan (bukan hanya mereka, bahkan leluhur mereka juga tidak tahu) dan penilaian tegas bahwa itu adalah kebohongan murni, bukan sekadar pendapat yang keliru.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup satu pembelaan sekaligus: tidak mereka, tidak pula leluhur mereka, yang punya pengetahuan tentang itu. Usia sebuah klaim tidak menggantikan dasarnya. Sesuatu yang diwariskan cukup lama memang mulai terasa seperti sudah pernah dibuktikan orang lain sebelumnya.
- Kalimatnya menyebut perkataan itu 'keluar dari mulut mereka'. Asalnya ditunjuk dengan tepat. Sesuatu yang tak punya sumber selain mulut yang mengucapkannya memang tak punya tempat berpijak lain, betapa pun sering ia diulang.
- Allah tidak menyebutnya keliru, melainkan memakai seruan tentang besarnya. Yang disampaikan bukan penilaian benar-salah, melainkan ukuran. Ada kalimat yang kesalahannya bukan pada isinya saja, melainkan pada keberanian mengucapkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).