فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Maka mungkin engkau akan membinasakan dirimu mengikuti jejak mereka, dengan penuh duka, jika mereka tidak beriman kepada tuturan ini.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْfa-la'allaka baakhi'un nafsaka 'alaa aatsaarihimmaka mungkin engkau akan membinasakan dirimu mengikuti jejak mereka
  2. إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًاin lam yu'minuu bi-haadzaa l-hadiitsi asafandengan penuh duka, jika mereka tidak beriman kepada tuturan ini

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَلَعَلَّكَfa-la'allakamaka boleh jadi engkau
  2. بَاخِعٌbaakhi'unyang membinasakan diri
  3. نَفْسَكَnafsakadirimu
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. آثَارِهِمْaatsaarihimjejak mereka
  6. إِنْinjika
  7. لَمْlamtidak
  8. يُؤْمِنُواyu'minuumereka beriman
  9. بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
  10. الْحَدِيثِl-hadiitsiperkataan
  11. أَسَفًاasafankesedihan

Inti bacaan

Kekhawatiran mendalam Nabi tentang penolakan orang-orang digambarkan dengan simpati ('akankah kau binasakan dirimu. berduka'), pengakuan terhadap beban emosional yang nyata dari mengemban tanggung jawab menyampaikan kebenaran yang ditolak, sebuah kepedulian yang divalidasi meski perlu diseimbangkan dengan penerimaan batas kendali diri.

Penjelasan pilihan kata

'Tuturan' (al-hadiits) (terjemahan konsisten dengan 12:6 dan 12:111, akar yang sama dipertahankan tanpa transliterasi 'hadits'), kata ini secara khusus dipakai Al-Qur'an untuk menyebut dirinya sendiri di beberapa titik, sebuah pemakaian yang mendasari keputusan menerjemahkannya secara konsisten sebagai 'tuturan' alih-alih meminjam istilah yang belakangan berkembang makna sempitnya.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap kepedulian mendalam penerima wahyu terhadap penolakan yang dihadapinya: sebuah kekhawatiran yang begitu besar sehingga berpotensi membahayakan dirinya sendiri, sebuah penggambaran empati yang akan ditenangkan di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kekhawatiran yang digambarkan di sini, sampai berpotensi membahayakan diri sendiri karena kesedihan atas penolakan orang lain, menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap orang lain perlu dijaga keseimbangannya; peduli terhadap penerimaan kebenaran oleh orang lain adalah baik, namun tidak boleh sampai menghancurkan diri sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain/sebagian penerjemah menerjemahkan hadiith di sini sbg 'kisah/berita/pemberitaan/narasi', terjemahan ini mempertahankan transliterasi 'hadits' scr sengaja. Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini. 18:6 termasuk kelompok 'haadhaa l-hadiith' = Qur'an (dossier, bersama 52:34/53:59/56:81).