إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami menjadikan apa yang di atas bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapa di antara mereka yang terbaik amalnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَاinnaa ja'alnaa maa alaa l-ardi ziinatan lahaasesungguhnya Kami menjadikan apa yang di atas bumi sebagai perhiasan baginya
  2. لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًاli-nabluwahum ayyuhum ahsanu amalanuntuk Kami menguji mereka, siapa di antara mereka yang terbaik amalnya
Aplikasi

Segala hal di bumi dijadikan 'perhiasan... untuk menguji siapa yang terbaik amalnya', daya tarik duniawi dikerangkakan secara eksplisit sebagai instrumen pengujian karakter, bukan tujuan akhir itu sendiri. Konkretnya: memandang kesenangan dan daya tarik duniawi sebagai ujian kualitas tindakan (bukan tujuan akhir untuk dikejar sendiri) membantu menjaga perspektif yang tepat saat berhadapan dengan godaan material.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, a-r-d, z-y-n, b-l-w, h-s-n, '-m-l): ziinah diterjemahkan 'perhiasan' (akar z-y-n); nabluwahum diterjemahkan 'menguji mereka' (akar b-l-w); ahsanu amalan diterjemahkan 'terbaik amalnya' (akar h-s-n). Selaras.