وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya sebagai tanah tandus yang kering.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًاwa-innaa la-jaa'iluuna maa 'alayhaa sha'iidan juruzandan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya sebagai tanah tandus yang kering

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya Kami
  2. لَجَاعِلُونَla-jaa'iluunabenar-benar menjadikan
  3. مَاmaaapa yang
  4. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  5. صَعِيدًاsha'iidantanah
  6. جُرُزًاjuruzantandus

Inti bacaan

Pengingat bahwa keindahan duniawi bersifat sementara, 'akan Kami jadikan tanah tandus yang kering', kefanaan yang pasti menyusul kelimpahan, sebuah pengingat realistis terhadap sifat sementara segala hal duniawi.

Penjelasan pilihan kata

'Tanah tandus yang kering': gambaran akhir dari perhiasan bumi yang disebut di ayat sebelumnya, menegaskan sifat sementaranya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan sifat sementara dari keindahan bumi yang baru disebutkan: pada akhirnya, segala perhiasan itu akan berubah menjadi tanah tandus, sebuah pengingat akan kefanaan dunia sebagai latar bagi ujian yang disebutkan sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kontras antara bumi yang berhias (18:7) dan bumi yang akan menjadi tandus (18:8) menegaskan bahwa keindahan dunia bersifat sementara dan fungsional sebagai ujian, bukan sesuatu yang layak dijadikan tujuan akhir itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, s-'-d, j-r-z): sa'iid juruz diterjemahkan 'tanah tandus yang kering'. gloss '(pula)' dibuang.