وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا

Dan demikianlah Kami membangunkan mereka agar saling bertanya di antara mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kalian tinggal?” Mereka menjawab, “Kita tinggal sehari atau setengah hari.” Mereka berkata, “Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal. Maka utuslah salah seorang di antara kalian dengan uang perak kalian ini ke kota, hendaklah dia melihat manakah makanan yang lebih murni, lalu membawakan kalian rezeki dari situ, dan hendaklah dia berlaku halus dan jangan sekali-kali memberitahukan keadaan kalian kepada siapa pun.

Terjemahan bertahap (7 jeda)
  1. وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْwa-kadzaalika ba'atsnaahum li-yatasaa'aluu baynahumdan demikianlah Kami membangunkan mereka agar saling bertanya di antara mereka
  2. قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْqaala qaa'ilun minhum kam labitstumsalah seorang di antara mereka berkata, sudah berapa lama kalian tinggal
  3. قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍqaaluu labitsnaa yawman aw ba'da yawminmereka menjawab, kita tinggal sehari atau setengah hari
  4. قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْqaaluu rabbukum a'lamu bimaa labitstummereka berkata, Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal
  5. فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِfa-b'atsuu ahadakum bi-wariqikum haadzihi ilaa l-madiinatimaka utuslah salah seorang di antara kalian dengan uang perak kalian ini ke kota
  6. فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُfa-l-yanzhur ayyuhaa azkaa ta'aaman fa-l-ya'tikum bi-rizqin minhuhendaklah dia melihat manakah makanan yang lebih murni, lalu membawakan kalian rezeki dari situ
  7. وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًاwa-l-yatalattaf wa-laa yush'iranna bikum ahadandan hendaklah dia berlaku halus dan jangan sekali-kali memberitahukan keadaan kalian kepada siapa pun
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Sudah” diterjemahkan “"Sudah”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “sini)?”” diterjemahkan “sini)?"”; ““Kita” diterjemahkan “"Kita”; “hari.”” diterjemahkan “hari."”; ““Tuhanmu” diterjemahkan “"Tuhan kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; (+5 perubahan lain sejenis). z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. sebagian penerjemah: 'And thus We raised them up: that they might question one another.1 Said a speaker among them: “How long have you tarried?” They said: “We have tarried a day, or a part of a day.” Said they: “Your Lord best knows how long you have tarried. Then send one of you with this coin2 of yours to the city, and let him see what food is purest and bring you a provision therefrom; and let him be circumspect, and let not anyone be aware of you.' Corpus ayat ini: «>azokaY`, tanpa-al». azkaa (elatif) diterjemahkan 'lebih suci'.

Aplikasi

Kejujuran yang menawan: mereka sendiri tidak yakin berapa lama telah berlalu ('sehari atau setengah hari'), namun segera diikuti kesadaran diri: 'Tuhan kalian lebih mengetahui'. Instruksi praktis mencari makanan disertai kehati-hatian ('berlaku halus, jangan memberitahukan') menunjukkan kewaspadaan yang bijak di tengah situasi tidak pasti. Konkretnya: mengakui ketidakpastian pribadi secara jujur ('saya tidak yakin') sambil tetap bertindak praktis dan hati-hati adalah sikap dewasa yang lebih baik daripada berpura-pura yakin atau justru lumpuh karena ketidakpastian.