إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

Sesungguhnya jika mereka menangkap kalian, mereka akan melempari kalian dengan batu, atau memaksa kalian kembali kepada millah mereka. Jika demikian, niscaya kalian tidak akan beruntung selama-lamanya.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْinnahum in yazhharuu alaykum yarjumuukumsesungguhnya jika mereka menangkap kalian, mereka akan melempari kalian dengan batu
  2. أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْaw yu'iiduukum fii millatihimatau memaksa kalian kembali kepada millah mereka
  3. وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًاwa-lan tuflihuu idzan abadanjika demikian, niscaya kalian tidak akan beruntung selama-lamanya
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; retrofit kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). sebagian penerjemah: '“They, if they come to know of you, will stone you, or turn you back to their creed; and you will then not be successful ever.' Millah (akar m-l-h, akar akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan loanword 'millah' dipertahankan. Lih. C2. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (loanword, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.

Aplikasi

Kesadaran risiko nyata diungkapkan terus terang: 'jika mereka menangkap kalian, mereka akan melempari kalian dengan batu atau memaksa kembali kepada millah mereka', pengakuan jujur atas konsekuensi berat dari mempertahankan keyakinan, bukan meremehkan bahayanya.