سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Kelak mereka akan berkata, “Tiga orang, yang keempat adalah anjingnya,” dan mereka berkata, “Lima orang, yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib, dan mereka berkata, “Tujuh orang, dan yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada yang mengetahui mereka kecuali sedikit.” Maka janganlah engkau berbantah tentang mereka kecuali perbantahan yang jelas, dan janganlah engkau meminta penjelasan tentang mereka kepada siapa pun dari mereka.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْsa-yaquuluuna tsalaatsatun raabi'uhum kalbuhumkelak mereka akan berkata, tiga orang, yang keempat adalah anjingnya
  2. وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِwa-yaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bi-l-ghaybidan mereka berkata, lima orang, yang keenam adalah anjingnya, sebagai terkaan terhadap yang gaib
  3. وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْwa-yaquuluuna sab'atun wa-tsaaminuhum kalbuhumdan mereka berkata, tujuh orang, dan yang kedelapan adalah anjingnya
  4. قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌqul rabbii a'lamu bi-'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qaliilunkatakanlah, Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada yang mengetahui mereka kecuali sedikit
  5. فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًاfa-laa tumaari fiihim illaa miraa'an zhaahiranmaka janganlah engkau berbantah tentang mereka kecuali perbantahan yang jelas
  6. وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًاwa-laa tastafti fiihim minhum ahadandan janganlah engkau meminta penjelasan tentang mereka kepada siapa pun dari mereka

Terjemahan per kata (33 kata)

  1. سَيَقُولُونَsa-yaquuluunamereka akan berkata
  2. ثَلَاثَةٌtsalaatsatuntiga
  3. رَابِعُهُمْraabi'uhumyang keempat dari mereka
  4. كَلْبُهُمْkalbuhumanjing mereka
  5. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  6. خَمْسَةٌkhamsatunlima
  7. سَادِسُهُمْsaadisuhumyang keenam dari mereka
  8. كَلْبُهُمْkalbuhumanjing mereka
  9. رَجْمًاrajmanterkaan
  10. بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
  11. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  12. سَبْعَةٌsab'atuntujuh
  13. وَثَامِنُهُمْwa-tsaaminuhumdan yang kedelapan
  14. كَلْبُهُمْkalbuhumanjing mereka
  15. قُلْqulkatakanlah
  16. رَبِّيrabbiiTuhanku
  17. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  18. بِعِدَّتِهِمْbi-'iddatihimdengan bilangan mereka
  19. مَاmaaapa yang
  20. يَعْلَمُهُمْya'lamuhummengetahui mereka
  21. إِلَّاillaakecuali
  22. قَلِيلٌqaliilunyang sedikit
  23. فَلَاfa-laamaka janganlah
  24. تُمَارِtumaariengkau berbantah
  25. فِيهِمْfiihimpada mereka
  26. إِلَّاillaakecuali
  27. مِرَاءًmiraa'anperbantahan
  28. ظَاهِرًاzhaahiranyang tampak
  29. وَلَاwa-laadan janganlah
  30. تَسْتَفْتِtastaftiengkau menanyakan
  31. فِيهِمْfiihimpada mereka
  32. مِنْهُمْminhumdari mereka
  33. أَحَدًاahadanseorang pun

Inti bacaan

Respons bijak terhadap spekulasi jumlah penghuni gua yang tak berkesudahan: 'janganlah engkau berbantah. kecuali perbantahan yang jelas-jelas saja', instruksi eksplisit untuk tidak terlarut dalam detail yang tidak penting dan tidak bisa diverifikasi. Konkretnya: mengenali kapan sebuah detail (seperti angka pasti dalam sebuah cerita) tidak penting untuk pelajaran intinya, dan menghindari perdebatan berkepanjangan tentang hal-hal yang tidak bisa diverifikasi, adalah kebijaksanaan praktis dalam berdiskusi.

Penjelasan pilihan kata

'Terkaan terhadap yang gaib' (rajman bi-l-ghayb): frasa yang menandai dugaan tanpa dasar, secara eksplisit mengkritik dua opsi jumlah pertama (tiga, lima) sebagai spekulasi kosong, sementara opsi ketiga (tujuh) tidak diberi label yang sama, sebuah petunjuk halus dalam teks itu sendiri tentang jawaban mana yang lebih dapat dipercaya, meski jawaban pasti tetap dibiarkan tidak diketahui.

Tafsiran

Ayat ini secara sengaja tidak menjawab pertanyaan jumlah pemuda secara pasti, sebaliknya, ia mengalihkan fokus dari detail spekulatif menuju sikap yang tepat: menyerahkan pengetahuan penuh kepada Allah dan tidak larut dalam perdebatan yang tidak produktif.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini secara sengaja membiarkan jumlah pasti para pemuda tidak terjawab, sambil memberi petunjuk halus (hanya dua opsi pertama yang diberi label 'terkaan terhadap yang gaib') tentang mana yang lebih dapat dipercaya, sebuah model penting: tidak semua detail perlu dipastikan, dan berlarut dalam perdebatan yang tidak esensial justru dilarang secara eksplisit.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.