Ayat 18:23

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Sesungguhnya aku akan melakukan itu besok,”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًاwa-laa taquulanna li-shay'in innii faa'ilun dzaalika ghadandan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, sesungguhnya aku akan melakukan itu besok
Aplikasi

Larangan tegas: 'janganlah sekali-kali engkau mengatakan. aku akan melakukan itu besok' tanpa syarat, pengakuan jujur tentang ketidakpastian masa depan dan batas kendali manusia atas apa yang akan terjadi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, sh-y-a, f-'-l, gh-d-w): faa'il diterjemahkan 'melakukan' (akar f-'-l); ghadan diterjemahkan 'besok'. Selaras.

Ayat 18:24

إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

kecuali Allah menghendaki. Dan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa, dan katakanlah, “Semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُillaa an yashaa'a llaahukecuali Allah menghendaki
  2. وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَwa-dzkur rabbaka idzaa nasiitadan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa
  3. وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًاwa-qul asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rashadandan katakanlah, semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini
Aplikasi

Kelanjutan instruksi: ucapkan 'insya Allah' dan 'ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa', bahkan kelupaan diakomodasi dengan solusi praktis (mengingat kembali begitu tersadar), bukan kegagalan yang tidak termaafkan. Konkretnya: melatih kebiasaan menyertakan kerendahan hati terhadap ketidakpastian masa depan dalam rencana ('insya Allah' atau setaranya) dan tidak panik saat lupa melakukannya, cukup diingat dan diperbaiki begitu tersadar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-y-a, a-l-h, dz-k-r, r-b-b, n-s-y, q-w-l, '-s-y, h-d-y, q-r-b, r-sh-d): yashaa'a llaah diterjemahkan 'Allah kehendaki (insya Allah)'; nasiita diterjemahkan 'engkau lupa' (akar n-s-y NSY); yahdiyani diterjemahkan 'memberiku petunjuk' (akar h-d-y HDY); rashad diterjemahkan 'kebenaran (kelurusan)' (akar r-sh-d). gloss '(dengan mengatakan)' dibuang.