إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا
kecuali Allah menghendaki. Dan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa, dan katakanlah, “Semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُillaa an yashaa'a llaahukecuali Allah menghendaki
- وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَwa-dzkur rabbaka idzaa nasiitadan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa
- وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًاwa-qul asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rashadandan katakanlah, semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar sh-y-a, a-l-h, dz-k-r, r-b-b, n-s-y, q-w-l, '-s-y, h-d-y, q-r-b, r-sh-d): yashaa'a llaah diterjemahkan 'Allah kehendaki (insya Allah)'; nasiita diterjemahkan 'engkau lupa' (akar n-s-y NSY); yahdiyani diterjemahkan 'memberiku petunjuk' (akar h-d-y HDY); rashad diterjemahkan 'kebenaran (kelurusan)' (akar r-sh-d). gloss '(dengan mengatakan)' dibuang.
Aplikasi
Kelanjutan instruksi: ucapkan 'insya Allah' dan 'ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa', bahkan kelupaan diakomodasi dengan solusi praktis (mengingat kembali begitu tersadar), bukan kegagalan yang tidak termaafkan. Konkretnya: melatih kebiasaan menyertakan kerendahan hati terhadap ketidakpastian masa depan dalam rencana ('insya Allah' atau setaranya) dan tidak panik saat lupa melakukannya, cukup diingat dan diperbaiki begitu tersadar.