إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا
kecuali Allah menghendaki. Dan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa, dan katakanlah, “Semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُillaa an yasyaa'a llaahukecuali Allah menghendaki
- وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَwa-dzkur rabbaka idzaa nasiitadan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa
- وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًاwa-qul 'asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadandan katakanlah, semoga Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini
Terjemahan per kata (17 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- يَشَاءَyasyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- إِذَاidzaaapabila
- نَسِيتَnasiitaengkau lupa
- وَقُلْwa-quldan katakanlah
- عَسَىٰ'asaaboleh jadi
- أَنْanbahwa
- يَهْدِيَنِyahdiyanimenunjukiku
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- لِأَقْرَبَli-aqrabalebih dekat
- مِنْmindari
- هَٰذَاhaadzaaini
- رَشَدًاrasyadankebenaran
Inti bacaan
Kelanjutan instruksi: ucapkan 'insya Allah' dan 'ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa', bahkan kelupaan diakomodasi dengan solusi praktis (mengingat kembali begitu tersadar), bukan kegagalan yang tidak termaafkan. Konkretnya: melatih kebiasaan menyertakan kerendahan hati terhadap ketidakpastian masa depan dalam rencana ('insya Allah' atau setaranya) dan tidak panik saat lupa melakukannya, cukup diingat dan diperbaiki begitu tersadar.
Penjelasan pilihan kata
'Kecuali Allah menghendaki': dipertahankan sebagai terjemahan langsung, bukan disisipi frasa Arab transliterasi, meski secara makna dekat dengan ungkapan yang lazim diucapkan. 'Petunjuk' (rashad): akar yang sama dengan 18:10, konsisten.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi larangan 18:23 dengan pengecualian: kepastian tentang masa depan hanya sah jika disandarkan pada kehendak Allah, disertai anjuran mengingat-Nya saat lupa dan tetap terbuka terhadap petunjuk yang lebih baik.
Renungan dan Hikmah
- Kesediaan mengucapkan 'semoga Tuhanku memberiku petunjuk yang lebih dekat kebenarannya daripada ini' menunjukkan sikap intelektual yang rendah hati, bahkan setelah menyampaikan sesuatu, tetap terbuka pada kemungkinan bahwa pemahaman yang lebih baik masih bisa datang kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar sh-y-a, a-l-h, dz-k-r, r-b-b, n-s-y, q-w-l, '-s-y, h-d-y, q-r-b, r-sh-d): yashaa'a llaah diterjemahkan 'Allah kehendaki (insya Allah)'; nasiita diterjemahkan 'engkau lupa' (akar n-s-y NSY); yahdiyani diterjemahkan 'memberiku petunjuk' (akar h-d-y HDY); rashad diterjemahkan 'kebenaran (kelurusan)' (akar r-sh-d). gloss '(dengan mengatakan)' dibuang.