وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
Dan mereka tinggal di dalam gua mereka tiga ratus tahun, dan bertambah sembilan tahun.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَwa-labitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi'atin siniinadan mereka tinggal di dalam gua mereka tiga ratus tahun
- وَازْدَادُوا تِسْعًاwa-zdaaduu tis'andan bertambah sembilan tahun
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَبِثُواwa-labitsuudan mereka tinggal
- فِيfiidi dalam
- كَهْفِهِمْkahfihimgua mereka
- ثَلَاثَtsalaatsatiga
- مِائَةٍmi'atinseratus
- سِنِينَsiniinatahun
- وَازْدَادُواwa-zdaaduudan mereka bertambah
- تِسْعًاtis'ansembilan
Inti bacaan
Detail durasi tepat (300 tahun ditambah sembilan) diberikan secara spesifik, presisi angka menunjukkan bahwa kisah luar biasa ini disampaikan dengan detail konkret, bukan legenda samar tanpa batasan waktu jelas.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memberi jawaban numerik atas pertanyaan lama tidur mereka, sebuah detail yang kontras dengan jawaban 'sehari atau setengah hari' yang mereka kira sendiri di 18:19.
Tafsiran
Ayat ini akhirnya mengungkap durasi sesungguhnya: 309 tahun, sebuah kontras dramatis dengan perkiraan mereka sendiri, menegaskan betapa terbatasnya persepsi waktu manusia dibanding kenyataan yang ditetapkan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut angkanya persis: tiga ratus tahun, bertambah sembilan. Bukan sekitar. Yang samar bagi mereka disebut tepat oleh yang mengetahui.
- Perkiraan mereka sendiri sehari atau setengah hari. Jaraknya sejauh itu. Ukuran manusia dan ukuran yang sebenarnya diletakkan berhadapan.
- Allah menambahkan sembilan secara terpisah. Bukan digabung jadi satu angka. Bilangannya disebut dua tahap, dan itu membuatnya terasa seperti hitungan sungguhan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-b-ts, k-h-f, ts-l-ts, m-a-y, s-n-w, z-y-d, t-s-'): labithuu diterjemahkan 'tinggal' (akar l-b-ts); izdaaduu tis'an diterjemahkan 'bertambah sembilan' (akar z-y-d). Selaras.