قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا ۖ لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ ۚ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal. Milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya.” Tidak ada bagi mereka selain Dia seorang pelindung pun, dan Dia tidak menyertakan seorang pun dalam putusan-Nya.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُواquli llaahu a'lamu bi-maa labitsuukatakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal
  2. لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِlahu ghaybu s-samaawaati wa-l-ardhimilik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi
  3. أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْabshir bihi wa-asmi'alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya
  4. مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّmaa lahum min duunihi min waliyyintidak ada bagi mereka selain Dia seorang pelindung pun
  5. وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًاwa-laa yusyriku fii hukmihi ahadandan Dia tidak menyertakan seorang pun dalam putusan-Nya

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. قُلِqulikatakanlah
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  4. بِمَاbi-maapada apa yang
  5. لَبِثُواlabitsuumereka tinggal
  6. لَهُlahubaginya
  7. غَيْبُghaybuyang gaib
  8. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  9. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  10. أَبْصِرْabshiralangkah tajam penglihatan
  11. بِهِbihidengannya
  12. وَأَسْمِعْwa-asmi'dan alangkah tajam pendengaran
  13. مَاmaatidaklah
  14. لَهُمْlahumbagi mereka
  15. مِنْmindari
  16. دُونِهِduunihiselain-Nya
  17. مِنْmindari
  18. وَلِيٍّwaliyyinpelindung
  19. وَلَاwa-laadan tidak pula
  20. يُشْرِكُyusyrikumempersekutukan
  21. فِيfiidalam
  22. حُكْمِهِhukmihiputusan-Nya
  23. أَحَدًاahadanseorang pun

Inti bacaan

Penegasan lagi bahwa pengetahuan sejati tentang durasi (dan hal-hal tersembunyi lainnya) ada pada Allah semata, kerendahan hati terhadap detail yang tidak diketahui pasti dipasangkan dengan keyakinan pada otoritas yang mengetahui secara menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

'Alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya' (absir bihi wa-asmi'): bentuk seruan takjub tata bahasa Arab (bukan perintah harfiah 'lihatlah/dengarlah'), berbeda dari pasangan sifat takrif 'Yang Melihat/Yang Mendengar' (as-samii' al-basiir) yang dipakai di tempat lain, susunan gramatikal berbeda meski akarnya sama, sebuah ungkapan superlatif tentang ketajaman penglihatan dan pendengaran Allah.

Tafsiran

Ayat ini menutup pembahasan tentang durasi tidur para pemuda dengan menegaskan pengetahuan Allah yang menyeluruh: mencakup segala yang tersembunyi, disertai seruan takjub tentang kesempurnaan penglihatan dan pendengaran-Nya, serta penegasan bahwa keputusan sepenuhnya milik-Nya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat tentang penglihatan dan pendengaran Allah berbentuk seruan takjub, bukan pernyataan datar. Ada nada di dalamnya. Wahyu tidak selalu berbicara dengan suara yang sama rata; kadang ia berhenti untuk mengagumi sesuatu, dan pembacanya diajak ikut berhenti.
  • Pertanyaan tentang berapa lama mereka tinggal dijawab dengan 'Allah lebih mengetahui'. Bukan angka, melainkan penunjukan kepada Yang tahu. Sebagian pertanyaan memang lebih jujur ditutup begitu daripada dijawab dengan taksiran yang terdengar meyakinkan.
  • Penutupnya menyebut tak ada bagi mereka pelindung selain Dia, dan Dia tidak mengikutsertakan siapa pun dalam keputusan-Nya. Yang ditutup bukan hanya sekutu dalam penyembahan, melainkan sekutu dalam memutuskan. Keduanya sering dipisahkan orang, dan ayat ini menyatukannya kembali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).