وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi dan petang, mengharapkan wajah-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menginginkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah engkau menaati orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami, dan yang mengikuti hawa nafsunya, dan keadaannya melampaui batas.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّwa-shbir nafsaka ma'a lladziina yad'uuna rabbahum bi-l-ghadaati wa-l-'asyiyyidan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi dan petang
  2. يُرِيدُونَ وَجْهَهُyuriiduuna wajhahumengharapkan wajah-Nya
  3. وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاwa-laa ta'du 'aynaaka 'anhum turiidu ziinata l-hayaati d-dunyaadan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menginginkan perhiasan kehidupan dunia
  4. وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَاwa-laa tuthi' man aghfalnaa qalbahu 'an dzikrinaadan janganlah engkau menaati orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami
  5. وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًاwa-ttaba'a hawaahu wa-kaana amruhu furuthandan yang mengikuti hawa nafsunya, dan keadaannya melampaui batas

Terjemahan per kata (30 kata)

  1. وَاصْبِرْwa-shbirdan bersabarlah
  2. نَفْسَكَnafsakadirimu
  3. مَعَma'abersama
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  6. رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
  7. بِالْغَدَاةِbi-l-ghadaatipada pagi hari
  8. وَالْعَشِيِّwa-l-'asyiyyidan petang hari
  9. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  10. وَجْهَهُwajhahuwajah-Nya
  11. وَلَاwa-laadan janganlah
  12. تَعْدُta'duberpaling
  13. عَيْنَاكَ'aynaakakedua matamu
  14. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  15. تُرِيدُturiiduengkau menghendaki
  16. زِينَةَziinataperhiasan
  17. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  18. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  19. وَلَاwa-laadan janganlah
  20. تُطِعْtuthi'engkau menaati
  21. مَنْmanorang yang
  22. أَغْفَلْنَاaghfalnaaKami lalaikan
  23. قَلْبَهُqalbahuhatinya
  24. عَنْ'andari
  25. ذِكْرِنَاdzikrinaaperingatan Kami
  26. وَاتَّبَعَwa-ttaba'adan mengikuti
  27. هَوَاهُhawaahuhawa nafsunya
  28. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  29. أَمْرُهُamruhuurusan-Nya
  30. فُرُطًاfuruthanmelampaui batas

Inti bacaan

Instruksi penting: 'sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka' dan jangan berpaling mencari 'perhiasan kehidupan dunia', nilai kebersamaan dengan komunitas yang tulus lebih diutamakan daripada daya tarik status atau kekayaan sesaat. Konkretnya: secara sadar memilih tetap dekat dengan komunitas yang tulus dalam pencarian spiritual (meski secara materi kurang menarik) daripada tergoda meninggalkan mereka demi asosiasi yang lebih 'berkilau' secara duniawi adalah pilihan yang perlu dijaga aktif.

Penjelasan pilihan kata

'Wajah-Nya' (wajhahu): dipertahankan harfiah, bukan diperhalus menjadi 'keridaan-Nya', mengikuti disiplin literal yang konsisten di seluruh terjemahan ini. 'Perhiasan' (ziinah), akar yang sama dengan 18:7 dan 15:16/16:63, kini dalam facet negatif: sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian dari yang lebih penting.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan kesetiaan kepada orang-orang yang tulus beribadah meski tampak sederhana secara sosial atau ekonomi, sekaligus melarang tergoda meninggalkan mereka demi kesan duniawi, dan melarang mengikuti mereka yang hatinya sudah lalai serta mengikuti hawa nafsu semata.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah untuk tetap bersabar bersama orang-orang yang tulus beribadah, tanpa tergoda meninggalkan mereka demi kesan duniawi yang lebih menarik secara sosial, adalah pengingat untuk tidak menilai kelayakan pergaulan berdasarkan status atau tampilan luar, melainkan berdasarkan ketulusan tujuan mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-r, n-f-s, d-'-w, r-b-b, gh-d-w, '-sh-w, r-w-d, w-j-h, '-d-w, '-y-n, z-y-n, h-y-y, d-n-w, t-w-', gh-f-l, q-l-b, dz-k-r, t-b-', h-w-y, k-w-n, a-m-r, f-r-t): isbir nafsaka diterjemahkan 'sabarkanlah dirimu' (akar s-b-r + akar n-f-s); yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); yuriiduuna wajhah diterjemahkan 'mengharapkan WAJAH-Nya', akar w-j-h (putaran WJH; terjemahan lain 'keridaan-Nya', terjemahan ini menjaga 'wajah' harfiah, spt 6:52/2:272); laa tuti' diterjemahkan 'jangan menaati' (akar t-w-' putaran 58); aghfalnaa qalbahu diterjemahkan 'Kami lalaikan hatinya' (akar gh-f-l + akar q-l-b); ittaba'a hawaahu diterjemahkan 'mengikuti hawa nafsunya' (akar h-w-y).