كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak mengurangi sedikit pun darinya, dan Kami alirkan sungai di celah keduanya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَاkiltaa l-jannatayni aatat ukulahaakedua kebun itu menghasilkan buahnya
  2. وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًاwa-lam tazhlim minhu syay'andan tidak mengurangi sedikit pun darinya
  3. وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًاwa-fajjarnaa khilaalahumaa naharandan Kami alirkan sungai di celah keduanya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. كِلْتَاkiltaakedua
  2. الْجَنَّتَيْنِl-jannataynidua kebun
  3. آتَتْaatatmemberikan
  4. أُكُلَهَاukulahaabuahnya
  5. وَلَمْwa-lamdan tidak
  6. تَظْلِمْtazhlimmenzalimi
  7. مِنْهُminhudarinya
  8. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  9. وَفَجَّرْنَاwa-fajjarnaadan Kami mengalirkan
  10. خِلَالَهُمَاkhilaalahumaadi antara keduanya
  11. نَهَرًاnaharansungai

Inti bacaan

Kedua kebun 'menghasilkan buahnya dan tidak mengurangi sedikit pun', produktivitas penuh yang seharusnya memicu syukur, namun (seperti akan terlihat) justru memicu respons yang berbeda dari pemiliknya.

Penjelasan pilihan kata

'Mengurangi' (tazhlim): akar yang sama dengan 'menzalimi' (zhalama) yang dipakai luas di seluruh terjemahan ini, tetapi di sini satu-satunya kemunculan akar ini dengan subjek non-manusia (kebun), 'menzalimi' tidak masuk akal untuk subjek tanpa kehendak moral, sehingga diterjemahkan 'mengurangi', sebuah facet yang diverifikasi langsung oleh Lane's Lexicon yang mengutip ayat ini sendiri sebagai contoh makna 'berkurang/gagal memenuhi', bukan penyimpangan dari disiplin konsistensi akar, melainkan pengakuan bahwa akar ini punya dua cabang makna (moral dan non-moral) yang sudah dipisahkan sejak awal proyek ini.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan produktivitas sempurna kedua kebun: hasil penuh tanpa kekurangan, disertai aliran sungai yang menambah kesuburannya, sebuah gambaran kemakmuran yang akan segera memicu kesombongan pemiliknya di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang sama untuk 'menzalimi' di sini berarti 'mengurangi/gagal memenuhi' karena subjeknya adalah kebun, bukan pelaku moral, sebuah pengingat bahwa makna sebuah akar kata bisa bercabang sesuai jenis subjeknya, dan menuntut konsistensi mekanis tanpa memperhatikan konteks tata bahasa justru bisa menghasilkan terjemahan yang janggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain & mayoritas terjemahan Indonesia menerjemahkan 'tidak berkurang (buahnya) sedikit pun', sudah tepat, tidak ada yang perlu dibongkar. Yang menarik justru sebaliknya: sebagian penerjemah memaksakan bentuk pasif berpelaku di situ, dan hasilnya janggal. Ini contoh terbalik dari pola biasa, di sini justru terjemahan tradisional yang lebih setia pada konteks, dan pembacaan 'konsisten satu kata' yang tergelincir. Konsistensi leksikal terjemahan ini dijaga DALAM cabang, bukan lintas cabang/konteks: sebagaimana 'dayn'='utang' di bawah akar diin, dan 'sullam'='tangga' di bawah akar s-l-m, maka zh-l-m dengan subjek non-moral diterjemahkan 'mengurangi'. Bandingkan idiom 'tidak dizalimi sedikit pun' (4:40 dharrah, 4:49/4:77/17:71 fatiilan, 4:124 naqiiran, 19:60/21:47/36:54 shay'an), di situ objeknya JIWA/manusia, jadi 'dizalimi' tetap dipakai. Pembedanya bukan selera, melainkan ada/tidaknya pelaku moral., di sini sebagian penerjemah TERGELINCIR: bentuk pasif berpelaku di situ janggal, dan ia memaksakan pelaku moral pada kebun. Contoh bahwa konsistensi akar yang dipaksakan bisa merusak, pelajaran yang berlaku untuk metode kita juga. akar zh-l-m (Zlm), lema Zalama, bentuk 'tazhlim' (verba, subjek feminin = al-jannatayn/kebun). Diverifikasi corpus Leeds: akar ini 290 ayat / 315 kemunculan. INI SATU-SATUNYA kemunculan zh-l-m dengan subjek NON-MORAL, kebun tak punya 'hak' untuk dilanggar, jadi 'menzalimi' tak muat.