وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

dan aku tidak mengira Saat itu akan datang; dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةًwa-maa azhunnu s-saa'ata qaa'imatandan aku tidak mengira Saat itu akan datang
  2. وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًاwa-la'in rudidtu ilaa rabbii la-ajidanna khayran minhaa munqalabandan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar zh-n-n, s-w-', q-w-m, r-d-d, r-b-b, w-j-d, kh-y-r, q-l-b): azhunnu diterjemahkan 'mengira' (akar zh-n-n); as-saa'ah qaa'imah diterjemahkan 'Saat itu datang' (akar q-w-m); rudidtu diterjemahkan 'dikembalikan' (akar r-d-d); munqalab diterjemahkan 'tempat kembali' (akar q-l-b). Selaras.

Aplikasi

Kesombongan berlanjut ke penyangkalan akhirat: 'aku tidak mengira Saat itu akan datang', kegagalan mengelola kelimpahan duniawi berujung pada keraguan terhadap akuntabilitas jangka panjang, sebuah pola yang saling memperkuat.