قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا

Kawannya berkata kepadanya, sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau kufur kepada Dia yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu menjadikanmu seorang laki-laki?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُqaala lahu saahibuhu wa-huwa yuhaawiruhukawannya berkata kepadanya, sambil bercakap-cakap dengannya
  2. أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍa-kafarta bi-lladzii khalaqaka min turaabin tsumma min nutfatinapakah engkau kufur kepada Dia yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani
  3. ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًاtsumma sawwaaka rajulanlalu menjadikanmu seorang laki-laki
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, s-h-b, h-w-r, k-f-r, kh-l-q, t-r-b, n-t-f, s-w-y, r-j-l): yuhaawiruh diterjemahkan 'bercakap dengannya' (akar h-w-r); kafarta diterjemahkan 'engkau kufur' (akar k-f-r); khalaqaka min turaab diterjemahkan 'menciptakanmu dari tanah' (akar kh-l-q + akar t-r-b); sawwaaka rajulan diterjemahkan 'menjadikanmu seorang laki-laki' (akar s-w-y). gloss '(yang beriman)/(Tuhan)/(sempurna)' dibuang.

Aplikasi

Kawannya (yang beriman) merespons dengan pertanyaan mengingatkan asal-usul: 'Apakah engkau kufur kepada Dia yang menciptakanmu dari tanah... lalu menjadikanmu seorang laki-laki?', mengembalikan perspektif kepada asal-usul yang rendah hati sebagai penyeimbang kesombongan yang muncul. Konkretnya: mengingatkan diri sendiri (atau orang lain yang mulai sombong karena pencapaian) akan asal-usul yang sederhana adalah cara efektif mengembalikan perspektif dan kerendahan hati yang sehat.