فَعَسَىٰ رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا

Maka semoga Tuhanku memberiku yang lebih baik daripada kebunmu, dan mengirimkan atasnya bencana dari langit, sehingga ia menjadi tanah yang licin,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَعَسَىٰ رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَfa-'asaa rabbii an yu'tiyani khayran min jannatikamaka semoga Tuhanku memberiku yang lebih baik daripada kebunmu
  2. وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِwa-yursila 'alayhaa husbaanan mina s-samaa'idan mengirimkan atasnya bencana dari langit
  3. فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًاfa-tushbiha sha'iidan zalaqansehingga ia menjadi tanah yang licin

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَعَسَىٰfa-'asaamaka boleh jadi
  2. رَبِّيrabbiiTuhanku
  3. أَنْanbahwa
  4. يُؤْتِيَنِyu'tiyanimemberiku
  5. خَيْرًاkhayrankebaikan
  6. مِنْmindari
  7. جَنَّتِكَjannatikakebunmu
  8. وَيُرْسِلَwa-yursiladan Dia mengirim
  9. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  10. حُسْبَانًاhusbaananperhitungan
  11. مِنَminadari
  12. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  13. فَتُصْبِحَfa-tushbihamaka menjadi
  14. صَعِيدًاsha'iidantanah
  15. زَلَقًاzalaqanlicin

Inti bacaan

Respons kawan yang beriman terhadap kesombongan bukan kemarahan, melainkan harapan tenang: 'semoga Tuhanku memberiku yang lebih baik', kepercayaan pada keadilan yang lebih besar daripada membalas kesombongan dengan kesombongan serupa.

Penjelasan pilihan kata

'Tanah yang licin' (sa'iidan zalaqan): akar yang sama dengan 'tanah tandus yang kering' (sa'iidan juruzan) di 18:8, kembali menegaskan tema kefanaan kekayaan duniawi yang dibuka di awal surah.

Tafsiran

Kawan yang beriman ini tidak membalas kesombongan dengan kesombongan serupa, melainkan dengan doa: mengharapkan yang lebih baik dari Allah, sekaligus memperingatkan konsekuensi yang mungkin menimpa kebun yang dibanggakan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ia berkata semoga Tuhanku memberiku yang lebih baik. Berupa harapan. Yang miskin menjawab yang kaya dengan menyebut kemungkinan, bukan kepastian.
  • Allah merekam ia menyebut bencana dari langit atas kebun itu. Dari arah yang tak terjaga. Kebun yang dipagari dari segala sisi tetap terbuka dari atas.
  • Gambaran ujungnya tanah yang licin. Rata, tanpa bekas. Yang dibanggakan bertahun-tahun digambarkan hilang sampai tak berjejak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-s-y, r-b-b, a-t-y, kh-y-r, j-n-n, r-s-l, h-s-b, s-m-w, s-b-h, s-'-d, z-l-q): yu'tiyani diterjemahkan 'memberiku' (akar '-t-y); husbaan diterjemahkan 'bencana (perhitungan/petir)' (akar h-s-b); sa'iid zalaq diterjemahkan 'tanah yang licin'. Selaras.