وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا
Dan buahnya dibinasakan, lalu ia membolak-balikkan kedua telapak tangannya atas apa yang telah ia belanjakan untuknya, sedang kebun itu roboh di atas penyangganya; dan ia berkata, “Aduhai, seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِwa-uhiita bi-tsamarihidan buahnya dibinasakan
- فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَاfa-asbaha yuqallibu kaffayhi alaa maa anfaqa fiihaalalu ia membolak-balikkan kedua telapak tangannya atas apa yang telah ia belanjakan untuknya
- وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَاwa-hiya khaawiyatun alaa uruushihaasedang kebun itu roboh di atas penyangganya
- وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًاwa-yaquulu yaa laytanii lam ushrik bi-rabbii ahadandan ia berkata, aduhai seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar h-w-t, ts-m-r, s-b-h, q-l-b, k-f-f, n-f-q, kh-w-y, '-r-sh, q-w-l, sh-r-k, r-b-b, a-h-d): uhiita bi-thamarih diterjemahkan 'buahnya dibinasakan (dikepung)' (akar h-w-t + akar ts-m-r); yuqallibu kaffayh diterjemahkan 'membolak-balikkan telapak tangannya' (akar q-l-b); anfaqa diterjemahkan 'membelanjakan' (akar n-f-q NFQ); khaawiyah diterjemahkan 'roboh (kosong)' (akar kh-w-y); lam ushrik diterjemahkan 'tidak mempersekutukan' (akar sh-r-k). gloss '(tanda sangat menyesal)' dibuang.
Aplikasi
Momen kehancuran yang dramatis diikuti penyesalan tulus: 'Aduhai, seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun', kehilangan material memicu kejernihan spiritual yang seharusnya sudah dimiliki sejak awal, sebuah pengingat agar kesadaran itu tidak menunggu sampai kehilangan terjadi. Konkretnya: menumbuhkan kesadaran spiritual dan kerendahan hati SEBELUM kehilangan besar terjadi (bukan menunggu sampai kehancuran memaksa refleksi) adalah kebijaksanaan yang lebih baik daripada penyesalan yang terlambat.