وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

Dan tidak ada baginya segolongan pun yang menolongnya selain Allah, dan ia tidak dapat membela dirinya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِwa-lam takun lahu fi'atun yanshuruunahu min duuni llaahidan tidak ada baginya segolongan pun yang menolongnya selain Allah
  2. وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًاwa-maa kaana muntashirandan ia tidak dapat membela dirinya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَلَمْwa-lamdan tidak
  2. تَكُنْtakunadalah
  3. لَهُlahubaginya
  4. فِئَةٌfi'atungolongan
  5. يَنْصُرُونَهُyanshuruunahumereka menolongnya
  6. مِنْmindari
  7. دُونِduuniselain
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. وَمَاwa-maadan tidaklah
  10. كَانَkaanaadalah
  11. مُنْتَصِرًاmuntashiranyang membela diri

Inti bacaan

Kesombongan yang dulu mengandalkan 'harta lebih banyak, pengikut lebih digdaya' ternyata tidak memberi pertolongan nyata saat dibutuhkan, sumber daya sosial dan material yang dibanggakan terbukti rapuh saat diuji oleh krisis yang sesungguhnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menegaskan ketidakberdayaan total pemilik kebun setelah kehancuran: 'pengikut' (nafaran) yang dulu dibanggakannya di 18:34 kini tidak lagi disebut mampu menolongnya sama sekali.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan nasib pemilik kebun dengan menegaskan bahwa segala yang pernah dibanggakannya (harta dan jumlah pengikut), tidak memberi perlindungan apa pun saat konsekuensi benar-benar menimpa.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tak ada golongan yang menolongnya selain Dia, dan ia tak dapat membela diri. Dua-duanya. Pertolongan dari luar dan dari dalam sama-sama tak ada.
  • Allah memakai kata golongan, persis kata yang ia banggakan sebelumnya. Kata yang sama diulang. Yang dijadikan ukuran kekuatan disebut kembali justru saat ia tak ada.
  • Yang kedua ia tak dapat membela diri. Tanpa pengikut pun ia tak berdaya. Kehilangan penolong memperlihatkan bahwa ia memang tak pernah punya kekuatan sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, f-a-y, n-s-r, d-w-n, a-l-h): fi'ah diterjemahkan 'segolongan'; yansuruunah diterjemahkan 'menolongnya' (akar n-s-r); muntasir diterjemahkan 'membela diri' (akar n-s-r). gloss '(lagi)' dibuang.