وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًا
Dan Tuhanmu Sang Pengampun, Pemilik rahmat. Seandainya Dia hendak menghukum mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Akan tetapi bagi mereka ada waktu yang dijanjikan, yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selainnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِwa-rabbuka l-ghafuuru dzuu r-rahmatidan Tuhanmu Sang Pengampun, Pemilik rahmat
- لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَlaw yu'aakhidzuhum bi-maa kasabuu la-'ajjala lahumu l-'adzaabaseandainya Dia hendak menghukum mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka
- بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًاbal lahum maw'idun lan yajiduu min duunihi maw'ilanakan tetapi bagi mereka ada waktu yang dijanjikan, yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selainnya
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَرَبُّكَwa-rabbukadan Tuhanmu
- الْغَفُورُl-ghafuuruMaha Pengampun
- ذُوdzuupemilik
- الرَّحْمَةِr-rahmatirahmat
- لَوْlawsekiranya
- يُؤَاخِذُهُمْyu'aakhidzuhummenghukum mereka
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- لَعَجَّلَla-'ajjalasungguh Dia akan menyegerakan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- بَلْbalbahkan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَوْعِدٌmaw'iduntempat yang dijanjikan
- لَنْlantidak akan
- يَجِدُواyajiduumereka mendapati
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- مَوْئِلًاmaw'ilantempat berlindung
Inti bacaan
Sifat pengampun dan pemilik rahmat dipasangkan dengan penjelasan penting: penundaan siksa bukan berarti pengabaian, melainkan 'bagi mereka ada waktu' yang sudah ditetapkan, kesabaran ilahi tidak sama dengan pembiaran permanen.
Penjelasan pilihan kata
'Sang Pengampun, Pemilik rahmat' (al-ghafuur dzuu r-rahmah): bentuk takrif untuk ghafuur, tanpa 'Maha', konsisten dengan pola takrif di seluruh terjemahan ini; 'Pemilik rahmat' (dzuu r-rahmah), frasa susunan kepemilikan (bukan kata sifat tunggal), tidak memiliki dasar tata bahasa untuk tambahan 'Maha' apa pun.
Tafsiran
Ayat ini menyeimbangkan gambaran keras tentang penutupan hati (18:57) dengan penegasan kemurahan Allah: penundaan hukuman bukan tanda ketidakberdayaan, melainkan bukti pengampunan dan rahmat, meski waktu yang dijanjikan tetap pasti akan tiba.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut diri-Nya Sang Pengampun dan Pemilik rahmat lebih dahulu, baru menerangkan mengapa siksa itu tidak disegerakan. Penundaannya diberi nama. Yang mudah dibaca sebagai kelalaian ternyata disebut sebagai sifat.
- Pengandaiannya menyebut Dia sanggup menyegerakan. Kemampuannya diakui lebih dahulu. Yang tidak dikerjakan bukan karena tak bisa, dan keterangan itu mengubah seluruh cara membaca penundaannya.
- Kalimat penutupnya menyebut bagi mereka ada waktu yang dijanjikan, tanpa tempat berlindung selainnya. Penundaan itu punya ujung. Kemurahan yang disebutkan tidak dibiarkan terbaca sebagai pembatalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha” diterjemahkan “Sang”. Dalam ayat ini, 'ghafuur' dan 'rahmah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-).