وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا
Dan negeri-negeri itu, Kami binasakan mereka ketika mereka berbuat zalim, dan Kami tetapkan waktu bagi kebinasaan mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُواwa-tilka l-quraa ahlaknaahum lammaa zhalamuudan negeri-negeri itu, Kami binasakan mereka ketika mereka berbuat zalim
- وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًاwa-ja'alnaa li-mahlikihim maw'idandan Kami tetapkan waktu bagi kebinasaan mereka
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَتِلْكَwa-tilkadan itulah
- الْقُرَىٰl-quraanegeri-negeri
- أَهْلَكْنَاهُمْahlaknaahumKami membinasakan mereka
- لَمَّاlammaaketika
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- لِمَهْلِكِهِمْli-mahlikihimbagi kebinasaan mereka
- مَوْعِدًاmaw'idanjanji
Inti bacaan
Kehancuran negeri-negeri disebutkan memiliki 'waktu' yang ditetapkan, konsekuensi historis bukan kejadian acak, melainkan mengikuti jadwal yang sudah ditentukan berdasarkan tingkat kezaliman yang terjadi.
Penjelasan pilihan kata
'Berbuat zalim' (zhalamuu): kembali ke facet moral utama akar ini (subjek manusia), berbeda dari facet 'mengurangi' yang khusus di 18:33; 'waktu' (maw'id), akar yang sama dengan 18:58, menegaskan bahwa setiap konsekuensi memiliki waktu yang sudah ditetapkan, tidak sewenang.
Tafsiran
Ayat penutup rangkaian ini merangkum prinsip yang sudah dibahas panjang lebar: kehancuran negeri-negeri bukan tindakan sewenang, melainkan konsekuensi dari kezaliman mereka sendiri, dengan waktu yang sudah ditetapkan, konsisten dengan kesabaran dan keadilan Allah yang baru ditegaskan di ayat sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia menetapkan waktu bagi kebinasaan mereka. Ada jadwalnya. Yang tampak sebagai keterlambatan bagi yang menunggu ternyata sesuatu yang sudah punya tanggalnya sendiri.
- Kebinasaan itu dikaitkan pada ketika mereka berbuat zalim, bukan pada kehendak yang tanpa sebab. Sebabnya disebutkan. Sebuah keterangan yang menyertakan sebabnya menutup pembacaan yang menjadikannya kesewenangan.
- Yang disebut Allah negeri-negeri, bukan orang-orang. Yang binasa satuan yang lebih besar. Kezaliman yang sudah menjadi tatanan sebuah tempat memang tidak bisa diperbaiki dengan mengganti orang satu per satu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-y, h-l-k, zh-l-m, j-'-l, w-'-d): ahlaknaahum diterjemahkan 'membinasakan mereka' (akar h-l-k); zhalamuu diterjemahkan 'berbuat zalim' (akar zh-l-m); maw'id diterjemahkan 'waktu' (akar w-'-d). gloss '(Penduduk)' dibuang.