وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا
Dan ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut, atau aku berjalan bertahun-tahun.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُwa-idz qaala muusaa li-fataahudan ketika Musa berkata kepada pembantunya
- لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِlaa abrahu hattaa ablugha majma'a l-bahrayniaku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut
- أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًاaw amdiya huqubanatau aku berjalan bertahun-tahun
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, f-t-y, b-r-h, b-l-gh, j-m-', b-h-r, m-d-y, h-q-b): fataa diterjemahkan 'pembantu (pemuda)' (akar f-t-y); laa abrahu diterjemahkan 'tidak akan berhenti' (akar b-r-h); ablugha diterjemahkan 'mencapai' (akar b-l-gh); majma' al-bahrayn diterjemahkan 'pertemuan dua laut' (akar j-m-' + akar b-h-r); huqban diterjemahkan 'bertahun-tahun'. footnote-marker dibuang.
Aplikasi
Transisi ke kisah Musa dan Khidir dimulai dengan tekad yang kuat: 'aku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut, atau aku berjalan bertahun-tahun', komitmen jangka panjang dalam mencari pengetahuan, bahkan tanpa batas waktu pasti. Konkretnya: menetapkan tekad yang kuat dan berkelanjutan dalam mencari pengetahuan atau pertumbuhan penting (bahkan tanpa jaminan berapa lama prosesnya) adalah sikap yang layak dicontoh dari perjalanan Musa mencari Khidir.