وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

Dan ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut, atau aku berjalan bertahun-tahun.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُwa-idz qaala muusaa li-fataahudan ketika Musa berkata kepada pembantunya
  2. لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِlaa abrahu hattaa ablugha majma'a l-bahrayniaku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut
  3. أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًاaw amdhiya huqubanatau aku berjalan bertahun-tahun

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. مُوسَىٰmuusaaMusa
  4. لِفَتَاهُli-fataahukepada pembantunya
  5. لَاlaatidak
  6. أَبْرَحُabrahuaku berhenti
  7. حَتَّىٰhattaasampai
  8. أَبْلُغَablughaaku sampai
  9. مَجْمَعَmajma'apertemuan
  10. الْبَحْرَيْنِl-bahraynidua laut
  11. أَوْawatau
  12. أَمْضِيَamdhiyaaku berjalan
  13. حُقُبًاhuqubanbertahun-tahun

Inti bacaan

Transisi ke kisah Musa dan Khidir dimulai dengan tekad yang kuat: 'aku tidak akan berhenti sampai aku mencapai pertemuan dua laut, atau aku berjalan bertahun-tahun', komitmen jangka panjang dalam mencari pengetahuan, bahkan tanpa batas waktu pasti. Konkretnya: menetapkan tekad yang kuat dan berkelanjutan dalam mencari pengetahuan atau pertumbuhan penting (bahkan tanpa jaminan berapa lama prosesnya) adalah sikap yang layak dicontoh dari perjalanan Musa mencari Khidir.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka kisah baru: perjalanan Musa mencari pertemuan dua laut, sebuah tujuan yang tidak dijelaskan alasannya secara eksplisit di ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini memulai narasi baru dengan tekad kuat Musa: sebuah perjalanan panjang yang bersedia ditempuhnya tanpa batas waktu jelas demi mencapai tujuan yang akan segera terungkap signifikansinya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang ia sebut atau aku berjalan bertahun-tahun. Batas waktunya dibiarkan terbuka. Orang yang menyebutkan sendiri kemungkinan terlama biasanya sudah lebih dahulu menghitung apa yang bersedia ia bayar.
  • Ia menyebut tempat yang dituju, tetapi tidak menyebut mengapa. Allah membiarkan alasannya tak diterangkan pada ayat ini. Pembacanya berjalan bersama Musa tanpa tahu apa yang menunggu, persis seperti Musa sendiri.
  • Allah merekam bahwa yang mendengar tekad itu pembantunya, bukan kaumnya. Diucapkan kepada satu orang yang akan ikut berjalan. Niat yang paling sungguh-sungguh sering tidak diumumkan; ia cuma dikatakan kepada orang yang akan ikut menanggung jalannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, f-t-y, b-r-h, b-l-gh, j-m-', b-h-r, m-d-y, h-q-b): fataa diterjemahkan 'pembantu (pemuda)' (akar f-t-y); laa abrahu diterjemahkan 'tidak akan berhenti' (akar b-r-h); ablugha diterjemahkan 'mencapai' (akar b-l-gh); majma' al-bahrayn diterjemahkan 'pertemuan dua laut' (akar j-m-' + akar b-h-r); huqban diterjemahkan 'bertahun-tahun'. footnote-marker dibuang.