فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
Maka ketika keduanya telah melewati tempat itu, ia berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita, sungguh kita telah merasa letih dari perjalanan kita ini.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُfa-lammaa jaawazaa qaala li-fataahumaka ketika keduanya telah melewati tempat itu, ia berkata kepada pembantunya
- آتِنَا غَدَاءَنَاaatinaa ghadaa'anaabawalah kemari makanan kita
- لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًاla-qad laqiinaa min safarinaa haadzaa nashabansungguh kita telah merasa letih dari perjalanan kita ini
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاوَزَاjaawazaakeduanya melewati
- قَالَqaalaberkata
- لِفَتَاهُli-fataahukepada pembantunya
- آتِنَاaatinaaberikanlah kepada kami
- غَدَاءَنَاghadaa'anaamakan pagi kami
- لَقَدْla-qadsungguh
- لَقِينَاlaqiinaakami menemui
- مِنْmindari
- سَفَرِنَاsafarinaaperjalanan kami
- هَٰذَاhaadzaaini
- نَصَبًاnashabankepayahan
Inti bacaan
Kelelahan fisik yang jujur diakui ('kita telah merasa letih dari perjalanan ini'), bahkan dalam pencarian pengetahuan yang mulia, kebutuhan dasar tubuh (makan, istirahat) tetap diperhatikan dan tidak diabaikan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menandai jarak yang sudah ditempuh sebelum Musa menyadari sesuatu telah terlewatkan: sebuah jeda alami yang menyiapkan momen pengakuan di ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan momen istirahat yang wajar setelah perjalanan panjang, sebelum kelupaan tentang ikan itu disadari dan menjadi titik balik penting dalam pencarian mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa mengakui letih. Bukan menahan diri. Kebutuhan tubuh disebut apa adanya, meski yang dicari pengetahuan.
- Yang ia minta makanan. Bukan keterangan. Yang dikerjakan lebih dahulu hal yang paling sederhana.
- Allah menyebut ini terjadi sesudah tempat itu terlewati. Sudah jauh. Yang dicari-cari sudah dilewati tanpa disadari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-w-z, q-w-l, f-t-y, a-t-y, gh-d-w, l-q-y, s-f-r, n-s-b): jaawazaa diterjemahkan 'melewati keduanya' (akar j-w-z); ghadaa' diterjemahkan 'makanan'; laqiinaa diterjemahkan 'kita mengalami' (akar l-q-y); safar diterjemahkan 'perjalanan' (akar s-f-r); nasab diterjemahkan 'letih'. gloss '(tempat itu)/(Musa)' dibuang.