فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا

Maka ketika keduanya telah melewati tempat itu, ia berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita, sungguh kita telah merasa letih dari perjalanan kita ini.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُfa-lammaa jaawazaa qaala li-fataahumaka ketika keduanya telah melewati tempat itu, ia berkata kepada pembantunya
  2. آتِنَا غَدَاءَنَاaatinaa ghadaa'anaabawalah kemari makanan kita
  3. لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًاlaqad laqiinaa min safarinaa haadzaa nasabansungguh kita telah merasa letih dari perjalanan kita ini
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-w-z, q-w-l, f-t-y, a-t-y, gh-d-w, l-q-y, s-f-r, n-s-b): jaawazaa diterjemahkan 'melewati keduanya' (akar j-w-z); ghadaa' diterjemahkan 'makanan'; laqiinaa diterjemahkan 'kita mengalami' (akar l-q-y); safar diterjemahkan 'perjalanan' (akar s-f-r); nasab diterjemahkan 'letih'. gloss '(tempat itu)/(Musa)' dibuang.

Aplikasi

Kelelahan fisik yang jujur diakui ('kita telah merasa letih dari perjalanan ini'), bahkan dalam pencarian pengetahuan yang mulia, kebutuhan dasar tubuh (makan, istirahat) tetap diperhatikan dan tidak diabaikan.