قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَارْتَدَّا عَلَىٰ آثَارِهِمَا قَصَصًا

Ia berkata, “Itulah yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, menyusuri jejak mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِqaala dzaalika maa kunnaa nabghiia berkata, itulah yang kita cari
  2. فَارْتَدَّا عَلَىٰ آثَارِهِمَا قَصَصًاfa-rtaddaa 'alaa aatsaarihimaa qashashanlalu keduanya kembali, menyusuri jejak mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  3. مَاmaaapa yang
  4. كُنَّاkunnaakami adalah
  5. نَبْغِnabghikami cari
  6. فَارْتَدَّاfa-rtaddaamaka keduanya kembali
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. آثَارِهِمَاaatsaarihimaajejak keduanya
  9. قَصَصًاqashashanmengikuti jejak

Inti bacaan

Respons cepat dan tegas begitu titik penting ditemukan: 'Itulah yang kita cari' diikuti langsung tindakan kembali menyusuri jejak, kesigapan bertindak begitu petunjuk yang dicari-cari akhirnya muncul, tanpa menunda atau meragukan.

Penjelasan pilihan kata

'Menyusuri' (qasasan), akar yang sama dengan 'mengisahkan' (naqussu) di 18:13, di sini dalam facet berbeda: menelusuri jejak fisik, bukan menceritakan kisah.

Tafsiran

Ayat ini menandai titik balik pencarian: kelupaan yang tampak sebagai kesalahan justru menjadi tanda yang dikenali, membawa mereka kembali ke tempat yang sebenarnya mereka tuju.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ia berkata itulah yang kita cari. Tentang kelupaan tadi. Yang tampak sebagai kesalahan ternyata penunjuk jalan.
  • Yang mereka kerjakan kembali menyusuri jejak. Jalan yang sama. Yang dicari ada di belakang, bukan di depan.
  • Allah memakai kata yang seakar dengan mengisahkan. Menelusuri. Menceritakan dan mengikuti jejak dipanggil dengan kata yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-w-n, b-gh-y, r-d-d, a-ts-r, q-s-s): nabghi diterjemahkan 'kita cari' (akar b-gh-y); irtaddaa diterjemahkan 'kembali keduanya' (akar r-d-d); qasasan diterjemahkan 'menyusuri' (akar q-s-s). gloss '(Musa)' dibuang.