فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami, yang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَاfa-wajadaa 'abdan min 'ibaadinaalalu mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami
  2. آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَاaataynaahu rahmatan min 'indinaayang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami
  3. وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًاwa-'allamnaahu min ladunnaa 'ilmandan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَوَجَدَاfa-wajadaamaka keduanya mendapati
  2. عَبْدًا'abdanseorang hamba
  3. مِنْmindari
  4. عِبَادِنَا'ibaadinaahamba-hamba Kami
  5. آتَيْنَاهُaataynaahuKami memberinya
  6. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  7. مِنْmindari
  8. عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
  9. وَعَلَّمْنَاهُwa-'allamnaahudan Kami mengajarinya
  10. مِنْmindari
  11. لَدُنَّاladunnaasisi Kami
  12. عِلْمًا'ilmanpengetahuan

Inti bacaan

Hamba yang ditemui Musa digambarkan sederhana: seorang yang dianugerahi rahmat dan diajarkan ilmu khusus 'dari sisi Kami', pengetahuan yang melampaui pembelajaran formal biasa, mengundang kerendahan hati terhadap jenis kebijaksanaan yang tidak selalu bisa dijelaskan secara sistematis.

Penjelasan pilihan kata

'Seorang dari hamba-hamba Kami' (abdan min ibaadinaa): teks Arab sendiri tidak menyebut nama sosok ini sama sekali; identitas yang secara tradisional dikenal luas tidak disebut eksplisit dalam ayat ini, dipertahankan sesuai keterbukaan teks aslinya. 'Ilmu dari sisi Kami': menegaskan sumber pengetahuan khusus yang berbeda dari pengetahuan yang diperoleh melalui cara biasa.

Tafsiran

Ayat ini memperkenalkan tokoh baru: seorang hamba yang dianugerahi rahmat dan ilmu langsung dari Allah, sebuah pengetahuan istimewa yang akan segera diuji melalui interaksinya dengan Musa.

Renungan dan Hikmah

  • Allah tidak menyebut nama sosok ini sama sekali. Ia dikenali dari apa yang diberikan kepadanya, bukan dari siapa dirinya. Pengetahuan yang dibawanya tidak bersandar pada nama, dan itu membuat pelajarannya bisa dibaca siapa saja.
  • Yang disebut lebih dahulu rahmat, baru kemudian ilmu. Urutannya tidak terbalik. Ilmu yang datang tanpa didahului rahmat mudah berubah jadi alat, dan yang akan terjadi dalam kisah ini menuntut keduanya sekaligus.
  • Keterangan dari sisi Kami diulang dua kali, sekali untuk rahmat dan sekali untuk ilmu. Allah menegaskan sumber keduanya secara terpisah. Yang hendak dijaga rupanya jangan sampai salah satunya dikira hasil usaha sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).