فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا

Maka keduanya berjalan, hingga ketika menaiki perahu, ia melubanginya. Ia berkata, “Apakah engkau melubanginya untuk menenggelamkan penumpangnya? Sungguh engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَاfa-nthalaqaa hattaa idzaa rakibaa fii s-safiinati kharaqahaamaka keduanya berjalan, hingga ketika menaiki perahu, ia melubanginya
  2. قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَاqaala a-kharaqtahaa li-tughriqa ahlahaaia berkata, apakah engkau melubanginya untuk menenggelamkan penumpangnya
  3. لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًاla-qad ji'ta syay'an imransungguh engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَانْطَلَقَاfa-nthalaqaamaka keduanya berangkat
  2. حَتَّىٰhattaasampai
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. رَكِبَاrakibaakeduanya naik
  5. فِيfiike
  6. السَّفِينَةِs-safiinatikapal
  7. خَرَقَهَاkharaqahaamelubanginya
  8. قَالَqaalaberkata
  9. أَخَرَقْتَهَاa-kharaqtahaaapakah engkau melubanginya
  10. لِتُغْرِقَli-tughriqauntuk menenggelamkan
  11. أَهْلَهَاahlahaapenduduknya
  12. لَقَدْla-qadsungguh
  13. جِئْتَji'taengkau datang
  14. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  15. إِمْرًاimransesuatu yang mungkar

Inti bacaan

Tindakan pertama yang tampak destruktif (melubangi perahu) memicu protes spontan Musa: 'Sungguh engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar', reaksi wajar terhadap tindakan yang tampak salah tanpa memahami tujuan tersembunyinya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini mencatat pelanggaran pertama dari janji diam Musa (18:70): reaksi spontan terhadap tindakan yang tampak sangat merugikan, tanpa mengetahui alasan di baliknya yang baru akan dijelaskan jauh kemudian (18:79).

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan ujian pertama kesabaran Musa: sebuah tindakan yang tampak jelas merugikan (melubangi perahu), memicu protes spontan yang melanggar syarat yang baru disepakati.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ia melubangi perahu itu ketika keduanya menaikinya. Sesudah diberi tumpangan. Perbuatan itu terlihat sebagai membalas kebaikan dengan kerusakan.
  • Allah merekam Musa menyebut penumpangnya, bukan pemiliknya. Yang dikhawatirkan nyawa. Keberatannya berdiri di atas hal yang paling patut dikhawatirkan.
  • Kata yang ia pakai kesalahan yang besar. Penilaiannya tegas. Yang menilai belum tahu seluruh keterangannya, dan penilaiannya tetap masuk akal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-l-q, r-k-b, s-f-n, kh-r-q, q-w-l, gh-r-q, a-h-l, j-y-a, sh-y-a, a-m-r): intalaqaa diterjemahkan 'berjalan keduanya' (akar t-l-q); rakibaa diterjemahkan 'menaiki keduanya' (akar r-k-b); safiinah diterjemahkan 'perahu'; kharaqahaa diterjemahkan 'melubanginya' (akar kh-r-q); tughriqa diterjemahkan 'menenggelamkan' (akar gh-r-q); imr diterjemahkan 'kesalahan besar'. gloss '(Musa)' dibuang.