قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا

Ia berkata, “Janganlah engkau menghukumku karena kelupaanku, dan janganlah engkau membebaniku dengan kesulitan dalam urusanku.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُqaala laa tu'aakhidznii bi-maa nasiituia berkata, janganlah engkau menghukumku karena kelupaanku
  2. وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًاwa-laa turhiqnii min amrii 'usrandan janganlah engkau membebaniku dengan kesulitan dalam urusanku

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. لَاlaajanganlah
  3. تُؤَاخِذْنِيtu'aakhidzniiengkau menghukumku
  4. بِمَاbi-maakarena apa yang
  5. نَسِيتُnasiituaku lupa
  6. وَلَاwa-laadan janganlah
  7. تُرْهِقْنِيturhiqniiengkau membebaniku
  8. مِنْmindari
  9. أَمْرِيamriiurusanku
  10. عُسْرًا'usrankesulitan

Inti bacaan

Permintaan maaf Musa yang jujur: 'Janganlah engkau menghukumku karena kelupaanku', pengakuan kesalahan tanpa berlarut membela diri, dan permintaan kelonggaran yang wajar setelah pelanggaran pertama.

Penjelasan pilihan kata

'Kelupaan' (nasiitu): Musa menyebut pelanggarannya sebagai kelupaan, bukan pembangkangan sengaja, sebuah permintaan maaf yang mengakui kesalahan sambil meminta kelonggaran untuk kesempatan berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan respons rendah hati Musa terhadap teguran: mengakui kesalahannya sebagai kelupaan (bukan pembangkangan), sambil memohon agar tidak diperlakukan terlalu keras, sebuah permintaan yang akan dikabulkan sementara.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Musa meminta tidak dihukum karena kelupaannya. Bukan membela perbuatannya. Yang diajukan alasan, dan alasannya berupa pengakuan.
  • Allah merekam permintaan keduanya: jangan dibebani kesulitan dalam urusannya. Meminta keringanan. Yang hendak belajar meminta syaratnya tak diperberat.
  • Sebab yang ia sebut kelupaan. Bukan kesengajaan. Yang mengakui lupa sedang mengakui bahwa syaratnya memang ia langgar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-kh-dz, n-s-y, r-h-q, a-m-r, '-s-r): tu'aakhidhnii diterjemahkan 'menghukumku' (akar '-kh-dz); nasiitu diterjemahkan 'aku lupa' (akar n-s-y NSY); turhiqnii diterjemahkan 'membebaniku' (akar r-h-q); usr diterjemahkan 'kesulitan' (akar '-s-r). Selaras.