فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

Maka keduanya berjalan, hingga ketika berjumpa dengan seorang anak, ia membunuhnya. Ia berkata, “Mengapa engkau membunuh jiwa yang suci bukan karena membunuh orang lain? Sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُfa-nthalaqaa hattaa idzaa laqiyaa ghulaaman fa-qatalahumaka keduanya berjalan, hingga ketika berjumpa dengan seorang anak, ia membunuhnya
  2. قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍqaala a-qatalta nafsan zakiyyatan bi-ghayri nafsinia berkata, mengapa engkau membunuh jiwa yang suci bukan karena membunuh orang lain
  3. لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًاla-qad ji'ta syay'an nukransungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. فَانْطَلَقَاfa-nthalaqaamaka keduanya berangkat
  2. حَتَّىٰhattaasampai
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. لَقِيَاlaqiyaakeduanya bertemu
  5. غُلَامًاghulaamananak lelaki
  6. فَقَتَلَهُfa-qatalahulalu ia membunuhnya
  7. قَالَqaalaberkata
  8. أَقَتَلْتَa-qataltaapakah engkau membunuh
  9. نَفْسًاnafsanjiwa
  10. زَكِيَّةًzakiyyatanyang suci
  11. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  12. نَفْسٍnafsinjiwa
  13. لَقَدْla-qadsungguh
  14. جِئْتَji'taengkau datang
  15. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  16. نُكْرًاnukranyang mungkar

Inti bacaan

Pelanggaran kedua yang lebih berat (membunuh seorang anak) memicu protes lebih keras: 'Mengapa engkau membunuh jiwa yang suci. sesuatu yang sangat mungkar', reaksi moral yang wajar terhadap tindakan yang tampak sangat salah, meningkat sesuai skala pelanggaran yang disaksikan.

Penjelasan pilihan kata

'Suci' (zakiyyah): akar yang menandai kesucian/kemurnian, facet yang sama dengan facet kesucian akar ini yang muncul lagi di 18:81, berbeda dari facet 'zakat' (pemberian) yang juga berasal dari akar yang sama namun cabang berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pelanggaran kedua yang jauh lebih berat, bukan sekadar kerugian materi, melainkan pembunuhan seorang anak tanpa alasan yang tampak jelas, memicu protes yang jauh lebih keras dari Musa dibanding pelanggaran pertama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan Musa atas pembunuhan anak itu. Keberatannya benar menurut ukuran yang ia punya. Yang keliru bukan penilaiannya, melainkan bahwa keterangannya belum lengkap.
  • Musa menyebut dua hal: jiwa itu suci, dan bukan karena membunuh orang lain. Dua alasan yang tepat. Penolakan yang disusun serapi itu tetap berdiri di atas apa yang terlihat saja.
  • Allah merekam kata yang lebih keras daripada di peristiwa sebelumnya. Ia naik. Kesabaran yang dipaksakan pada perkara yang tak dimengerti memang menipis tiap kali diulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Mengapa” diterjemahkan “Mengapa”; “bersih” diterjemahkan “suci”; “mungkar.”” diterjemahkan “mungkar. z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. Dalam ayat ini, 'zakiyyah' indefinit (tanpa kata sandang). zakiyyah diterjemahkan 'suci'.