قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا

Ia berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka janganlah engkau menyertaiku; sungguh engkau telah mencapai uzur dariku.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِيqaala in sa'altuka an shay'in ba'dahaa fa-laa tusaahibniiia berkata, jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka janganlah engkau menyertaiku
  2. قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًاqad balaghta min ladunnii udzransungguh engkau telah mencapai uzur dariku
Aplikasi

Musa sendiri menetapkan batas akhir: 'jika aku bertanya lagi setelah ini, janganlah engkau menyertaiku', kesadaran diri untuk menetapkan konsekuensi sendiri atas pelanggaran berulang, tanggung jawab yang diambil secara proaktif.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, s-a-l, sh-y-a, b-'-d, s-h-b, b-l-gh, l-d-n, '-dz-r): sa'altuka diterjemahkan 'aku bertanya kepadamu' (akar s-'-l); tusaahibnii diterjemahkan 'menyertaiku' (akar s-h-b); balaghta diterjemahkan 'engkau mencapai' (akar b-l-gh); udhr diterjemahkan 'uzur (maaf)' (akar '-dz-r). gloss '(yang wajar dalam)' dibuang.