فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا

Maka keduanya berjalan, hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, keduanya meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka menolak menjamu keduanya. Kemudian keduanya mendapati di sana sebuah dinding yang hampir roboh, lalu ia menegakkannya. Ia berkata, “Jika engkau mau, tentu engkau dapat meminta imbalan untuk itu.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَاfa-nthalaqaa hattaa idzaa atayaa ahla qaryatin stath'amaa ahlahaamaka keduanya berjalan, hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, keduanya meminta dijamu oleh penduduknya
  2. فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَاfa-abaw an yudhayyifuuhumaatetapi mereka menolak menjamu keduanya
  3. فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُfa-wajadaa fiihaa jidaaran yuriidu an yanqadhdha fa-aqaamahukemudian keduanya mendapati di sana sebuah dinding yang hampir roboh, lalu ia menegakkannya
  4. قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًاqaala law syi'ta la-ttakhadzta 'alayhi ajrania berkata, jika engkau mau, tentu engkau dapat meminta imbalan untuk itu

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. فَانْطَلَقَاfa-nthalaqaamaka keduanya berangkat
  2. حَتَّىٰhattaasampai
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. أَتَيَاatayaakeduanya datang
  5. أَهْلَahlaahli
  6. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  7. اسْتَطْعَمَاstath'amaakeduanya meminta makan
  8. أَهْلَهَاahlahaapenduduknya
  9. فَأَبَوْاfa-abawmaka mereka menolak
  10. أَنْanuntuk
  11. يُضَيِّفُوهُمَاyudhayyifuuhumaamenjamu keduanya
  12. فَوَجَدَاfa-wajadaamaka keduanya mendapati
  13. فِيهَاfiihaadi sana
  14. جِدَارًاjidaarandinding
  15. يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
  16. أَنْanuntuk
  17. يَنْقَضَّyanqadhdharoboh
  18. فَأَقَامَهُfa-aqaamahulalu ia menegakkannya
  19. قَالَqaalaberkata
  20. لَوْlawsekiranya
  21. شِئْتَsyi'taengkau kehendaki
  22. لَاتَّخَذْتَla-ttakhadztasungguh engkau akan mengambil
  23. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  24. أَجْرًاajranupah

Inti bacaan

Tindakan ketiga (menegakkan dinding tanpa meminta imbalan meski ditolak dijamu) memicu komentar Musa yang menyiratkan keheranan atas kedermawanan tanpa pamrih di tengah penolakan yang mereka alami, kebaikan yang diberikan bahkan kepada yang tidak ramah sekalipun.

Penjelasan pilihan kata

Kontras yang tajam disorot dalam ayat ini sendiri: penduduk yang menolak menjamu, namun tetap menerima perbaikan dinding tanpa diminta bayaran, sebuah kebaikan yang tidak dibalas setimpal, memicu komentar Musa yang menjadi pelanggaran ketiga.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pelanggaran ketiga: kali ini komentar Musa lebih ringan (menyarankan meminta imbalan) dibanding dua protes sebelumnya, namun tetap melanggar syarat diam yang sudah disepakati, memicu perpisahan yang dijanjikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut penduduk negeri itu menolak menjamu keduanya. Perlakuannya buruk. Keterangan itu diletakkan sebelum perbuatan yang menyusul, supaya pembacanya merasakan apa yang dirasakan Musa.
  • Meski ditolak, dinding milik penduduk itu tetap ditegakkan. Tanpa diminta, tanpa dibayar. Kebaikan yang tidak bergantung pada perlakuan orang tidak bisa dihentikan oleh perlakuan orang.
  • Allah merekam keberatan Musa: seharusnya engkau meminta upah. Keberatannya masuk akal. Yang menghalanginya memahami bukan kurangnya nalar, melainkan bahwa maksudnya belum diperlihatkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-l-q, a-t-y, a-h-l, q-r-y, t-'-m, a-b-y, d-y-f, w-j-d, j-d-r, r-w-d, q-d-d, q-w-m, q-w-l, sh-y-a, a-kh-dz, a-j-r): istat'amaa diterjemahkan 'minta dijamu' (akar t-'-m); abaw diterjemahkan 'menolak' (akar '-b-y); jidaar diterjemahkan 'dinding'; yanqadda diterjemahkan 'roboh' (akar q-d-d); aqaamahu diterjemahkan 'menegakkannya' (akar q-w-m); ajr diterjemahkan 'imbalan' (akar '-j-r). gloss '(rumah)/(Musa)' dibuang.