حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
Hingga ketika ia sampai ke tempat terbenam matahari, ia mendapatinya terbenam di mata air yang berlumpur, dan ia menemukan di sana suatu kaum. Kami berkata, “Wahai Zulkarnain, engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan kepada mereka.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِhattaa idzaa balagha maghriba sy-syamsihingga ketika ia sampai ke tempat terbenam matahari
- وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍwajadahaa taghrubu fii 'aynin hami'atinia mendapatinya terbenam di mata air yang berlumpur
- وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًاwa-wajada 'indahaa qawmandan ia menemukan di sana suatu kaum
- قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًاqulnaa yaa dzaa l-qarnayni immaa an tu'adzdziba wa-immaa an tattakhidza fiihim husnanKami berkata, wahai Zulkarnain, engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan kepada mereka
Terjemahan per kata (25 kata)
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- بَلَغَbalaghamencapai
- مَغْرِبَmaghribabarat
- الشَّمْسِsy-syamsimatahari
- وَجَدَهَاwajadahaamendapatinya
- تَغْرُبُtaghrubuterbenam
- فِيfiidi
- عَيْنٍ'ayninmata air
- حَمِئَةٍhami'atinberlumpur hitam
- وَوَجَدَwa-wajadadan ia mendapati
- عِنْدَهَا'indahaadi sisinya
- قَوْمًاqawmankaum
- قُلْنَاqulnaaKami berkata
- يَاyaawahai
- ذَاdzaayang
- الْقَرْنَيْنِl-qarnaynidua tanduk
- إِمَّاimmaajika
- أَنْanbahwa
- تُعَذِّبَtu'adzdzibaengkau mengazab
- وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
- أَنْanbahwa
- تَتَّخِذَtattakhidzaengkau mengambil
- فِيهِمْfiihimpada mereka
- حُسْنًاhusnanyang baik
Inti bacaan
Sampai di ujung barat, Zulkarnain diberi pilihan penting: 'engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan kepada mereka', kekuasaan besar disertai kebebasan moral untuk memilih bagaimana menggunakannya, bukan skrip yang sudah ditentukan.
Penjelasan pilihan kata
'Ia mendapatinya terbenam di mata air yang berlumpur': dipertahankan sesuai penglihatan/persepsi Zulkarnain sendiri di tempat itu, bukan klaim astronomis tentang matahari yang sesungguhnya tenggelam ke dalam air; teks menggambarkan apa yang ia lihat, bukan fakta kosmik literal.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan perjalanan pertama Zulkarnain mencapai batas paling barat yang bisa ditempuhnya, disertai pemberian wewenang untuk memutuskan sendiri bagaimana memperlakukan kaum yang ditemuinya di sana.
Renungan dan Hikmah
- Deskripsi 'matahari terbenam di mata air berlumpur' menggambarkan apa yang tampak dari sudut pandang pengamat di batas barat perjalanannya, bukan pernyataan tentang letak astronomis matahari yang sesungguhnya, sebuah pembeda penting antara bahasa pengalaman/penglihatan dan klaim ilmiah literal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-l-gh, gh-r-b, sh-m-s, w-j-d, '-y-n, h-m-a, '-n-d, q-w-m, q-w-l, q-r-n, '-dz-b, a-kh-dz, h-s-n): balagha maghrib ash-shams diterjemahkan 'sampai ke tempat terbenam matahari' (akar b-l-gh + akar gh-r-b); ayn hami'ah diterjemahkan 'mata air berlumpur'; tu'adhdhiba diterjemahkan 'menghukum' (akar '-dz-b); husn diterjemahkan 'kebaikan' (akar h-s-n). gloss '(yang tidak mengenal agama)/(dengan mengajak mereka beriman)' + footnote dibuang.