قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
Ia berkata, “Adapun orang yang berbuat zalim, kami akan menghukumnya, kemudian ia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang keji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُqaala ammaa man zhalama fa-sawfa nu'adzdzibuhuia berkata, adapun orang yang berbuat zalim, kami akan menghukumnya
- ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًاtsumma yuraddu ilaa rabbihi fa-yu'adzdzibuhu 'adzaaban nukrankemudian ia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang keji
Terjemahan per kata (13 kata)
- قَالَqaalaberkata
- أَمَّاammaaadapun
- مَنْmanorang yang
- ظَلَمَzhalamamenzalimi
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- نُعَذِّبُهُnu'adzdzibuhuKami mengazabnya
- ثُمَّtsummakemudian
- يُرَدُّyuraddudikembalikan
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- فَيُعَذِّبُهُfa-yu'adzdzibuhumaka Dia mengazabnya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- نُكْرًاnukranyang mungkar
Inti bacaan
Keputusan Zulkarnain menetapkan prinsip keadilan proporsional: yang zalim dihukum di dunia, namun konsekuensi penuh tetap diserahkan kepada 'Tuhannya' di akhirat, pembagian tanggung jawab yang jelas antara otoritas duniawi dan pertanggungjawaban akhirat.
Penjelasan pilihan kata
'Azab yang keji' (nukran): akar yang sama dengan 'sangat mungkar' (nukran) di 18:74 tentang pembunuhan anak, konsisten menandai tingkat keburukan yang ekstrem.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan keputusan Zulkarnain: hukuman duniawi bagi kezaliman, namun ia tetap mengakui bahwa hukuman puncak berada di tangan Allah pada saat kembali kepada-Nya, sebuah pengakuan batas otoritas manusiawi.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia menyebut orang zalim dihukum, lalu dikembalikan kepada Tuhannya. Dua tahap. Yang di tangannya cuma yang pertama.
- Tahap kedua disebut pengembalian kepada Tuhannya. Bukan kelanjutan hukumannya. Penguasa yang paling luas kekuasaannya menyebut sendiri batas kewenangannya.
- Kalimatnya dibuka dengan adapun, memisahkan dari golongan yang disebut sesudahnya. Pemisahan itu ditandai. Yang berbuat zalim dan yang beriman diberi keterangan terpisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, zh-l-m, '-dz-b, r-d-d, r-b-b, n-k-r): zhalama diterjemahkan 'berbuat zalim' (akar zh-l-m); nu'adhdhibuhu diterjemahkan 'menghukumnya' (akar '-dz-b); yuraddu diterjemahkan 'dikembalikan' (akar r-d-d); adhaab nukr diterjemahkan 'azab yang keji (mengerikan)' (akar n-k-r). gloss '(Zulqarnain)' dibuang.