كَذَٰلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا

Demikianlah, dan sungguh Kami mengetahui secara mendalam segala sesuatu yang ada padanya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًاwa-qad ahathnaa bi-maa ladayhi khubrandan sungguh Kami mengetahui secara mendalam segala sesuatu yang ada padanya

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
  3. أَحَطْنَاahathnaaKami meliputi
  4. بِمَاbi-maaatas apa yang
  5. لَدَيْهِladayhidi sisinya
  6. خُبْرًاkhubranpengetahuan

Inti bacaan

Penegasan bahwa pengetahuan menyeluruh tentang Zulkarnain sudah dimiliki sejak awal, kisahnya yang detail bukan rekaan, melainkan berdasarkan pemahaman yang lengkap tentang perjalanannya.

Penjelasan pilihan kata

'Mengetahui secara mendalam' (khubran): akar yang sama dengan 'pengetahuan mendalam' (khubr) di 18:68 dan 'waskita' (khabiir) yang berulang dipakai untuk pengetahuan Allah, konsisten dipertahankan.

Tafsiran

Ayat ini menyisipkan penegasan penting di tengah narasi: pengetahuan Allah yang menyeluruh atas Zulkarnain sendiri, sebuah pengingat bahwa bahkan tokoh sekuat dan seluas kekuasaannya tetap sepenuhnya diketahui oleh Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyisipkan keterangan tentang diri-Nya di tengah kisah orang lain. Bukan tentang Zulkarnain. Ceritanya berhenti sejenak untuk menyebut siapa yang mengetahuinya.
  • Kata yang dipakai mengetahui secara mendalam. Bukan mengetahui saja. Yang disebut bukan tahu adanya, melainkan tahu seluk-beluknya.
  • Allah menaruh kalimat ini di tengah perjalanan, bukan di ujungnya. Belum sampai kesimpulan. Yang paling berkuasa di antara manusia diingatkan letaknya justru saat kekuasaannya sedang berjalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan, (ayat nomina khabar/khubr: pemakaian diteruskan terjemahan lain); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.