فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا
Maka mereka tidak sanggup mendakinya, dan tidak sanggup pula melubanginya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُfa-maa sthaa'uu an yazhharuuhumaka mereka tidak sanggup mendakinya
- وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًاwa-maa stathaa'uu lahu naqbandan tidak sanggup pula melubanginya
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَمَاfa-maamaka tidak
- اسْطَاعُواsthaa'uumereka mampu
- أَنْanuntuk
- يَظْهَرُوهُyazhharuuhumereka memanjatnya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- اسْتَطَاعُواstathaa'uumereka mampu
- لَهُlahubaginya
- نَقْبًاnaqbanlubang
Inti bacaan
Hasil akhir: tembok yang begitu kokoh sehingga musuh 'tidak mampu mendakinya, dan tidak mampu pula melubanginya', kualitas kerja yang teliti dan tuntas menghasilkan perlindungan yang benar-benar efektif, bukan solusi setengah jadi.
Penjelasan pilihan kata
'Sanggup' muncul dua kali dalam satu ayat dengan dua bentuk kata yang berbeda dari akar yang sama, yang berarti menurut dengan sukarela (bentuk ringan untuk 'mendaki', bentuk penuh untuk 'melubangi'), variasi tata bahasa yang dipertahankan sebagai ciri teks, meski makna keduanya tetap 'sanggup/mampu'.
Tafsiran
Benteng yang dibangun Zulkarnain terbukti sepenuhnya efektif: Ya'juj dan Ma'juj tidak dapat mendaki permukaannya yang licin maupun melubangi ketebalannya, sebuah penghalang total terhadap dua jenis upaya yang berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tak sanggup mendakinya dan tak sanggup melubanginya. Dari atas dan dari dalam. Dua jalan yang mungkin ditutup sekaligus.
- Allah menyebut dinding itu dibuat dari besi dan tembaga yang dilebur, bahan yang dikenal siapa pun. Bukan sesuatu yang ajaib. Yang tak tertembus dibuat dari yang biasa, dengan cara yang benar.
- Allah menutup seluruh pembangunan itu dengan satu kalimat berisi dua kata tak sanggup. Tidak ada uraian tentang kokohnya. Hasil sebuah pekerjaan diukur dari apa yang tak lagi bisa dilakukan orang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-w-', zh-h-r, n-q-b): astaa'uu/istataa'uu diterjemahkan 'mampu' (akar t-w-' putaran 58: dua bentuk istataa'a dalam satu ayat; 'mendaki' pakai bentuk ringan, 'melubangi' bentuk penuh); yazhharuuhu diterjemahkan 'mendakinya (mengatasinya)' (akar zh-h-r); naqb diterjemahkan 'melubangi (menembus)' (akar n-q-b). gloss '(Ya'juj dan Ma'juj)' dibuang.