قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي ۖ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا
Ia berkata, “Ini adalah rahmat dari Tuhanku. Maka apabila janji Tuhanku telah datang, Dia akan menjadikannya rata dengan tanah. Janji Tuhanku itu benar.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّيqaala haadzaa rahmatun min rabbiiia berkata, ini adalah rahmat dari Tuhanku
- فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّيfa-idzaa jaa'a wa'du rabbiimaka apabila janji Tuhanku telah datang
- جَعَلَهُ دَكَّاءَja'alahu dakkaa'aDia akan menjadikannya rata dengan tanah
- وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّاwa-kaana wa'du rabbii haqqandan janji Tuhanku itu benar
Terjemahan per kata (15 kata)
- قَالَqaalaberkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- رَحْمَةٌrahmatunrahmat
- مِنْmindari
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- جَاءَjaa'adatang
- وَعْدُwa'dujanji
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- جَعَلَهُja'alahumenjadikannya
- دَكَّاءَdakkaa'arata dengan tanah
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- وَعْدُwa'dujanji
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- حَقًّاhaqqansebagai kewajiban
Inti bacaan
Kerendahan hati Zulkarnain di puncak pencapaiannya: 'ini adalah rahmat dari Tuhanku', bahkan pencapaian teknis luar biasa dikembalikan kepada sumber anugerah, disertai pengakuan bahwa segala sesuatu (termasuk tembok kokoh ini) pada akhirnya bersifat sementara.
Penjelasan pilihan kata
'Rahmat' (rahmah): akar yang menandai pemberian yang nyata dan bermanfaat, dipertahankan konsisten sepanjang teks. Zulkarnain sendiri menyebut benteng buatannya sebagai rahmat, bukan pencapaian pribadinya.
Tafsiran
Zulkarnain menutup episode ini dengan mengembalikan hasil kerjanya kepada Tuhannya sepenuhnya: benteng itu adalah rahmat sementara, bukan struktur abadi, karena akan diratakan ketika janji Tuhannya tiba. Ayat ini menautkan ketahanan benteng pada jangka waktu ilahi, bukan kekuatan manusia, sekaligus menyiapkan peralihan ke gambaran Hari Kiamat pada ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Zulkarnain menyebut benteng kukuh buatannya sebagai rahmat dari Tuhannya, bukan prestasi pribadinya, pengakuan bahwa kemampuan dan hasil kerja manusia berasal dari pemberian, bukan kepemilikan mutlak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ta, “(Tembok) ini adalah rahmat dari Tuhanku. Apabila ja…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).