الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا

Orang-orang yang mata mereka dalam keadaan tertutup dari mengingat-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍalladziina kaanat a'yunuhum fii ghithaa'inorang-orang yang mata mereka dalam keadaan tertutup
  2. عَنْ ذِكْرِي'an dzikriidari mengingat-Ku
  3. وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًاwa-kaanuu laa yastathii'uuna sam'andan mereka tidak sanggup mendengar

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. كَانَتْkaanatadalah
  3. أَعْيُنُهُمْa'yunuhummata mereka
  4. فِيfiidalam
  5. غِطَاءٍghithaa'intutup
  6. عَنْ'andari
  7. ذِكْرِيdzikriiperingatan-Ku
  8. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  9. لَاlaatidak
  10. يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
  11. سَمْعًاsam'anpendengaran

Inti bacaan

Definisi penting tentang siapa yang termasuk golongan tersebut: 'mata (hati)-nya dalam keadaan tertutup dari ingat kepada-Ku. tidak sanggup mendengar', kebutaan dan ketulian yang bersifat spiritual, bukan fisik, sebagai penyebab utama kegagalan mereka.

Penjelasan pilihan kata

'Mengingat-Ku' (dzikrii), akar yang sama dengan 'kisah' (dzikr) di 18:83 tentang Zulkarnain, namun di sini kembali ke makna inti akar tersebut: peringatan/pengingatan kepada Allah, menutup surah dengan penggunaan akar yang paling sentral maknanya.

Tafsiran

Ayat penutup episode ini menggambarkan kondisi batin orang-orang kafir yang diperlihatkan Jahanam, bukan karena mereka tidak pernah menerima peringatan, melainkan karena mata dan telinga mereka sendiri yang tertutup dari menerimanya.

Renungan dan Hikmah

  • Ketertutupan dari mengingat Allah digambarkan sebagai kondisi mata dan pendengaran mereka sendiri, bukan ketiadaan peringatan yang disampaikan, tanggung jawab penerimaan tetap berada pada diri yang menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.