قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
Katakanlah, “Maukah kami beritahukan kepada kalian orang-orang yang paling rugi perbuatannya?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًاhal nunabbi'ukum bi-l-akhsariina a'maalanmaukah kami beritahukan kepada kalian orang-orang yang paling rugi perbuatannya
Terjemahan per kata (5 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- هَلْhalapakah
- نُنَبِّئُكُمْnunabbi'ukumkami beritakan kepada kalian
- بِالْأَخْسَرِينَbi-l-akhsariinaorang-orang yang paling merugi
- أَعْمَالًاa'maalanamal-amal
Inti bacaan
Pertanyaan yang mengundang refleksi mendalam: 'Maukah kami beritahukan kepada kalian orang-orang yang paling rugi perbuatannya?', mengundang perhatian serius sebelum jawaban yang mengejutkan diungkap di ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
'Paling rugi' (akhsariin): pertanyaan retoris ini dijawab langsung di ayat berikutnya, membentuk satu kesatuan kalimat lintas dua ayat.
Tafsiran
Pertanyaan pembuka yang menggantung, sengaja dijawab di ayat berikutnya: sebuah teknik penekanan untuk menarik perhatian sebelum mengungkap siapa yang dimaksud.
Renungan dan Hikmah
- Allah menahan jawabannya sampai ayat berikutnya. Pertanyaannya dilempar dahulu. Yang mendengar dibuat menunggu.
- Yang ditawarkan kabar, bukan tuduhan. Maukah kami beri tahu. Pendengarnya diminta izin lebih dahulu.
- Yang paling rugi disebut Allah dari perbuatannya, bukan dari niatnya. Yang dihitung hasil kerjanya. Kerugiannya diukur dari apa yang dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-b-a, kh-s-r, '-m-l): nunabbi'ukum diterjemahkan 'memberitahu kalian' (akar n-b-'); akhsariin diterjemahkan 'paling rugi' (akar kh-s-r). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.