الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Orang-orang yang usahanya sia-sia dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْalladziina dhalla sa'yuhumorang-orang yang usahanya sia-sia
  2. فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاfii l-hayaati d-dunyaadalam kehidupan dunia
  3. وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًاwa-hum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'ansedangkan mereka mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. ضَلَّdhallasesat
  3. سَعْيُهُمْsa'yuhumusaha mereka
  4. فِيfiidalam
  5. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  6. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  7. وَهُمْwa-humdan mereka
  8. يَحْسَبُونَyahsabuunamereka mengira
  9. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  10. يُحْسِنُونَyuhsinuunamereka berbuat baik
  11. صُنْعًاshun'anperbuatan

Inti bacaan

Jawaban yang mencengangkan: mereka yang paling rugi adalah 'orang-orang yang usahanya sia-sia. sedang mereka mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya', kerugian terbesar bukan dari kejahatan yang disadari, melainkan dari kesalahan yang diyakini sebagai kebaikan. Konkretnya: bahaya terbesar bukan selalu dari kesalahan yang disadari, melainkan dari keyakinan keliru bahwa sesuatu yang salah sebenarnya benar, evaluasi diri secara jujur dan berkala (bukan hanya mengandalkan perasaan sudah benar) diperlukan untuk menghindari jebakan ini.

Penjelasan pilihan kata

'Sia-sia' (dalla) di ayat ini berbeda akar dari 'sia-sia' (habitat) di 18:105: dua akar Arab yang berbeda kebetulan diterjemahkan dengan kata Indonesia yang sama karena keterbatasan padanan, dijaga terpisah dalam pemahaman. 'Mengira'/'berbuat baik' memakai dua akar berbeda (hsb, hsn) yang berpasangan menandai jarak antara persepsi diri dan kenyataan perbuatan.

Tafsiran

Jawaban atas pertanyaan 18:103: mereka yang paling rugi bukanlah orang yang sadar berbuat jahat, melainkan yang yakin sepenuhnya sedang berbuat baik padahal usahanya sia-sia, kerugian yang paling dalam justru bersembunyi di balik keyakinan diri yang salah.

Renungan dan Hikmah

  • Kerugian terbesar yang digambarkan ayat ini bukan milik orang yang sadar berbuat salah, melainkan orang yang yakin sedang berbuat baik, keyakinan subjektif tidak menjamin kebenaran perbuatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, s-'-y, h-y-y, d-n-w, h-s-b, h-s-n, s-n-'): dalla sa'yuhum diterjemahkan 'usahanya sia-sia (sesat/hilang)', akar d-l-l (putaran 78) + akar s-'-y; yahsabuuna annahum yuhsinuun diterjemahkan 'mengira mereka berbuat baik' (akar h-s-b + akar h-s-n; cf. 2:11-12 mereka mengira memperbaiki); sun' diterjemahkan 'perbuatan' (akar s-n-').